Featured Post

CATATAN TAMBAHAN PJJ 9–15 AGUSTUS 2026

Gambar
  TEMA: TUHAN MENYEDIAKAN ( TUHAN NIKAPKENCA ) BAHAN: KEJADIAN 22:1-14 ​ PENDAHULUAN Bagaimana Anda merespons seluruh pengalaman hidup Anda? Bagaimana Anda merespons jika segala kesulitan, penderitaan, kemudahan, dan berkat anugerah diciptakan Tuhan secara unik dan spesifik kepada Anda? Pengalaman hidup acapkali membawa kita pada persimpangan antara meragukan pemeliharaan Allah atau mempercayai-Nya secara total. Melalui perikop Kejadian 22:1-14, kita diajak untuk melihat bagaimana iman diuji dalam ketaatan yang paling nyata, hingga kita menyaksikan sendiri bahwa Dia adalah Allah yang senantiasa menyediakan ( Jehovah Jireh ). ​ FAKTA ​ Ujian Ketaatan: Allah menguji Abraham dengan memerintahkannya mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang sangat dikasihinya, sebagai korban bakaran di tanah Moria. ​ Ketaatan Tanpa Menunda: Abraham bangun pagi-pagi, mempersiapkan segala kebutuhan (keledai, kayu, bujang, dan Ishak), serta langsung berangkat menuju tempat yang ditunjukkan Al...

Memelas Sepotong KATA

Jarang orang memelas untuk mendapatkan sepotong Kata. Biasanya orang memelas untuk mendapatkan sepotomg roti atau nasi, atau untuk mendapatkan makanan. Di jaman m odern ini banyak juga orang memelas untuk mendapatkan jabatan atau proyek. Yang paling paling baru dan menjadi tontonan seluruh bangsa Pemerintah memelas untuk mendapatkan dukungan dari DPR supaya BBM bisa dinaikan harganya.

Seseorang perwira yang sangat tinggi leadershipnya, mendengar Yesus ada di sekitar rumahnya. Lalu meminta tokoh tokoh agama Yahudi yang menjadi kerabtnya me Lobby Yesus agar berkenan berkunjung ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit.
Saat melobby Yesus, utusannya mengatakan bahwa perwira yang Bukan Yahudi ini baik orangnya dan sering membantu pembangunan rumah ibadat. Mereka mendesak agar Yesus datang untuk menyembuhkan hambanya. Pencitraan yang telah dia lakukan memberanikan semua utusan ini untuk mendesak kunjungan Yesus. Luluh lah hati dan tergerak jiwa Yesus untuk datang berkunjung. Meminta kunjungan Yesus bukan untuk menyembuhkan istri atau anaknya, bukan untuk mendapatkan popularitas dan peluang untuk kedudukan yang lebih tinggi. Namun untuk menyembuhkan hambanya, suruh suruhannya, orang hina dirumahnya. Dan ditegaskan bahwa perwira ini istimewa karena banyak memihak bangsa Yahudi.

Ketika Yesus datang mendekat, iman itu muncul kepermukaan. Masih melalui sahabatnya dipesankanlah bahwa Yesus tidak perlu datang kerumah mewah perwira ini, karena merasa tidak layak dikunjungi orang sederhana yang tidak punya rumah tinggal, meskipun Dia adalah Raja dari segala Raja.

Lalu bercermin lah sang perwira ini dari pengalamannya sendiri. Aku punya bawahan, dan bawahanku pun punya bawahan lagi. Jika aku sebutkan sebuah perintah kepada hambaku ini maka dia pasti akan mengikutinya. Kalau akau bilang berdiri, mereka akan berdiri. Kalau aku bilang datang, merea akan datang. Kalau aku bilang pergi mereka segera akan pergi. Oleh sebab itu, katakan lah sepotong kata Oh Yesus. Maka hambaku akan sembuh.

Perwira ini secara ikhlas di puncak seluruh pemahaman dan keyakinannya merendahkan hatinya serta memposisikan diri sebagai bawahan atau hamba di depan Sang Guru Agung. Lalu memelas untuk mendapatkan ( hanya) sepotong kata demi kesembuhannya bawahannya. Kecerdasan, kebanggaan, kedudukan dan seluruh citra dirinya dipertaruhkan nya demi kesembuhan orang asing yang bukan siapa siapa itu. Lalu apa yang dia peroleh?

Diceritakan dalam Lukas 7 : 1-10, Yesus Kristus memuji setinggi tingginya iman sang perwira. Bahkan membuat perbandingan yang sangat fundamental tentang Iman, yang kelak menentukan lokasi geologis pusat kekristenan dunia. Yesus dengan terus terang mengatakan bahwa Iman Sang Perwira lebih tinggi dari kebanyakan orang Yahudi, bangsa pilihan atau bangsaNya sendiri. Di depan orang banyak yang mengikutiNya Yesus mengatakan keheranan dan apresiasinya kepada Iman sang perwira.

Kisah ini berhenti sampai disini saja. Tidak ada diceritakan bahwa Yesus tetap berkunjung untuk menemui sang perwira. Namun pesannya sangat dalam, tidak perlu bertemu dengan Yesus secara fisik untuk percaya dan mendapat berkah. Cukup sepotong kata, dan iman akan melengkapi dan menyempurnakan serta merubahnya menjadi mujijat dan kisah abadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026