Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (26 Juli s.d. 1 Agustus 2026)

Gambar
 ​ TEMA: Kami Terima Dari Tuhan ( Ialoken Kami Ibas Tuhan Nari ) TEKS: 1 Tawarikh 29 : 14 – 16 ​ "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya." ​1. Pendahuluan ​Bagi orang Karo warga GBKP, kesadaran untuk memberi persembahan pada awalnya relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh latar belakang sejarah pada awal berdirinya GBKP, di mana hampir seluruh kebutuhan operasional dan pelayanan gereja didanai serta disediakan oleh Nederlandsch Zende...

Itu Karena Yesus Kristus

Usianya sudah tak muda lagi, dan kehidupan sudah setengah dia lalui bersama laki laki yang memang tampan dan kaya raya. Banyak alasan sebenarnya kalau dia meninggalkan dan menggugat cerai, akan tetapi rasanya sangat tanggung dan sia sia.
Namun setiap kali dia mengingat semua perbuatan laki laki yang sudah jadi suaminya itu, tetap saja perasaan hancur, remuk redam, hina dan terlecehkan menghantui dirinya.

Bagaimana tidak kalau setiap malam pulang ke rumah, baju putih bersih lengan panjang itu penuh dengan bekas gincu merah perempuan perempuan muda genit. Dipertebal dengan aneka bau parfum bermerk mahal yang terciprat dari tubuh tubuh wanita muda yang merapat ke dirinya yang langsing, di usia 40 tahunannya.

Ada dua lagi yang selalu menemani saat pulangnya, mendapatkan wanita setia berhati tebal karena lapisan sabar dan kasih di kedalaman batinnya; mabuk dan muntah. Dengan sabar wanita keibuan ini selalu memapah dari depan pintu, memandikan dan membajuinya untuk langsung tidur, tanpa ada sapaan mesra dan terima kasih.

April, merubah segalanya.

Saat suaminya pulang lagi, muntah lagi , mabuk lagi, dan membentak lagi.
Perlahan namun tajam istrinya berkata :

Aku sudah sangat muak, bosan bahkan sangat jijik kepadamu.

Udah berkali kali aku ingin meninggalkanmu, supaya kamu lebih bebas memainkan segala nafsu kelakian lakian yang sangat kotor dan menjijikkan itu.


Setengah sadar suaminya bertanya dengan kalimat ngelantur tanpa intonasi :

lalu mengapa kamu tetap ada dan tidak pergi?

Si Istri dengan sangat meyakinkan seolah mendapat kekuatan yang amat besar berkata.

Itu karena Yesus Kristus, Dia lah yang menyuruh aku bertahan untuk menyambut dan membersihkan kamu.

Karena Kristus itu begitu setia menemamiku saat kamu pergi entah kemana, maka aku juga tetap bertahan untuk merawat, melayani dan mengasihimu meskipun hatiku sangat hancur dan terhina.

Si suami tertegun dan terkejut, tak pernah menduga kata kata yang sangat tajam menusuk nusuk namun indah itu. Berusaha untuk sadar dan , memeluk istrinya yang tetap berdiri terisak di tengah banjir air matanya.

Beberapa saat kemudian dengan kalimat yang lebih mesra :

Kalau bukan karena Yesus kristus, aku sudah lama meninggalkan papa. (Based On True Storie)

Selamat menyambut Paskah Saudaraku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025