Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Itu Karena Yesus Kristus

Usianya sudah tak muda lagi, dan kehidupan sudah setengah dia lalui bersama laki laki yang memang tampan dan kaya raya. Banyak alasan sebenarnya kalau dia meninggalkan dan menggugat cerai, akan tetapi rasanya sangat tanggung dan sia sia.
Namun setiap kali dia mengingat semua perbuatan laki laki yang sudah jadi suaminya itu, tetap saja perasaan hancur, remuk redam, hina dan terlecehkan menghantui dirinya.

Bagaimana tidak kalau setiap malam pulang ke rumah, baju putih bersih lengan panjang itu penuh dengan bekas gincu merah perempuan perempuan muda genit. Dipertebal dengan aneka bau parfum bermerk mahal yang terciprat dari tubuh tubuh wanita muda yang merapat ke dirinya yang langsing, di usia 40 tahunannya.

Ada dua lagi yang selalu menemani saat pulangnya, mendapatkan wanita setia berhati tebal karena lapisan sabar dan kasih di kedalaman batinnya; mabuk dan muntah. Dengan sabar wanita keibuan ini selalu memapah dari depan pintu, memandikan dan membajuinya untuk langsung tidur, tanpa ada sapaan mesra dan terima kasih.

April, merubah segalanya.

Saat suaminya pulang lagi, muntah lagi , mabuk lagi, dan membentak lagi.
Perlahan namun tajam istrinya berkata :

Aku sudah sangat muak, bosan bahkan sangat jijik kepadamu.

Udah berkali kali aku ingin meninggalkanmu, supaya kamu lebih bebas memainkan segala nafsu kelakian lakian yang sangat kotor dan menjijikkan itu.


Setengah sadar suaminya bertanya dengan kalimat ngelantur tanpa intonasi :

lalu mengapa kamu tetap ada dan tidak pergi?

Si Istri dengan sangat meyakinkan seolah mendapat kekuatan yang amat besar berkata.

Itu karena Yesus Kristus, Dia lah yang menyuruh aku bertahan untuk menyambut dan membersihkan kamu.

Karena Kristus itu begitu setia menemamiku saat kamu pergi entah kemana, maka aku juga tetap bertahan untuk merawat, melayani dan mengasihimu meskipun hatiku sangat hancur dan terhina.

Si suami tertegun dan terkejut, tak pernah menduga kata kata yang sangat tajam menusuk nusuk namun indah itu. Berusaha untuk sadar dan , memeluk istrinya yang tetap berdiri terisak di tengah banjir air matanya.

Beberapa saat kemudian dengan kalimat yang lebih mesra :

Kalau bukan karena Yesus kristus, aku sudah lama meninggalkan papa. (Based On True Storie)

Selamat menyambut Paskah Saudaraku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025