Featured Post

Catatan PJJ 29 Maret – 4 April 2026

Gambar
 ​ Thema: Muat Bagin Ibas Berita Si Meriah Nas: 2 Timotius 1:3-8 ​1. Pendahuluan ​Surat ini merupakan "wasiat rohani" Rasul Paulus yang ditulis dari penjara Roma yang dingin dan gelap. Paulus menyadari waktunya sudah dekat, sehingga ia menulis dengan nada yang sangat personal dan emosional kepada Timotius, rekan sekerjanya yang lebih muda. Pendahuluan ini menekankan bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas organisasi, melainkan hubungan kasih yang berakar pada doa dan kenangan bersama. ​2. Fakta dari Nas  ​ Pelayanan yang Berintegritas: Paulus melayani Allah dengan hati nurani yang murni, melanjutkan warisan iman dari nenek moyangnya. Ini menunjukkan kesinambungan janji Allah dalam sejarah. ​ Kekuatan Doa Syafaat: Kedekatan personal Paulus ditunjukkan melalui doa yang tidak putus-putus, siang dan malam, bagi Timotius. ​ Empati dalam Persekutuan: Kenangan akan air mata Timotius menunjukkan bahwa dalam pelayanan, perasaan dan kerapuhan manusiawi tidak diabaik...

Permintaan Aneh Seorang Anggota DPR

Permintaan anggota DPR itu aneh, bahkan sangat aneh.

Karena yang dimintanya bukan imbalan jasa atas selesainya sebuah Undang Undang.

Ataupun kucuran dana untuk mengadakan study banding ke negara terjauh.

Bukan juga sebuah dukungan untuk menggolkan calon nya menjadi kepala daerah di sebuah Kabupaten apalagi Propinsi.

Yang tidak kalah herannya dan merasa aneh adalah penguasa yang dia datangi untuk meminta persetujuan. Sebab penguasa ini ketika beberapa saat sebelumnya menjadi hakim, tidak menemukan sedikit pun kesalahan pada diri yang didakwa. Begitulah, saat diberitakan oleh sang tamu bahwa Dia telah mati, dan minta ijin agar mayatnya boleh diambil, persetujuannya di tunda beberapa puluh menit, untuk menyelidiki kepastian. Hasilnya Pasti, memang telah mati.

Pikirannya meminjam istilah yang lahir beberapa ratus tahun kemudian, kepada Nietzsche : Tuhan Sudah Mati.

Lalu dia memberikan ijin, kepada si pemberani anggota DPR kaya raya yang tidak menyadari kekayaanNya. Sebab seluruh kesadarannya hanya berpusat kepada Mayat Masih Tergantung.

Dia lalu berlari mendatangi bukit itu, menurunkan Mayat dengan sangat hati hati penuh rasa hormat yang tidak terbendung. Sesekali air matanya menetes, mengikuti air mata miliaran manusia yang hidup kemudian, saat mengenang kematian orang yang sedang dia kafani. Tak lupa dia menyiram tubuh setia yang sudah menyerahkan rohNya itu dengan minyak wangi yang dibawa seorang imam besar yang bernama Nikodemus.

Berdua mereka menuntaskan pekerjaan abadi itu dan meletak kan Sang Mati di kubur yang sudah disediakan oleh Surga. Selesailah hari Jumat itu, menjadi hari yang paling banyak memegang rahasia kehidupan manusia. Itulah sebabnya manusia akan selalu mengenang anggota Majelis Besar itu, dan sepanjang sejarah namanya akan abadi. Bukan karena dia telah sukses mengerjakan tugas Politiknya, tapi karena tugas kemanusiaannya. Yusuf Arimatea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025