Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Permintaan Aneh Seorang Anggota DPR

Permintaan anggota DPR itu aneh, bahkan sangat aneh.

Karena yang dimintanya bukan imbalan jasa atas selesainya sebuah Undang Undang.

Ataupun kucuran dana untuk mengadakan study banding ke negara terjauh.

Bukan juga sebuah dukungan untuk menggolkan calon nya menjadi kepala daerah di sebuah Kabupaten apalagi Propinsi.

Yang tidak kalah herannya dan merasa aneh adalah penguasa yang dia datangi untuk meminta persetujuan. Sebab penguasa ini ketika beberapa saat sebelumnya menjadi hakim, tidak menemukan sedikit pun kesalahan pada diri yang didakwa. Begitulah, saat diberitakan oleh sang tamu bahwa Dia telah mati, dan minta ijin agar mayatnya boleh diambil, persetujuannya di tunda beberapa puluh menit, untuk menyelidiki kepastian. Hasilnya Pasti, memang telah mati.

Pikirannya meminjam istilah yang lahir beberapa ratus tahun kemudian, kepada Nietzsche : Tuhan Sudah Mati.

Lalu dia memberikan ijin, kepada si pemberani anggota DPR kaya raya yang tidak menyadari kekayaanNya. Sebab seluruh kesadarannya hanya berpusat kepada Mayat Masih Tergantung.

Dia lalu berlari mendatangi bukit itu, menurunkan Mayat dengan sangat hati hati penuh rasa hormat yang tidak terbendung. Sesekali air matanya menetes, mengikuti air mata miliaran manusia yang hidup kemudian, saat mengenang kematian orang yang sedang dia kafani. Tak lupa dia menyiram tubuh setia yang sudah menyerahkan rohNya itu dengan minyak wangi yang dibawa seorang imam besar yang bernama Nikodemus.

Berdua mereka menuntaskan pekerjaan abadi itu dan meletak kan Sang Mati di kubur yang sudah disediakan oleh Surga. Selesailah hari Jumat itu, menjadi hari yang paling banyak memegang rahasia kehidupan manusia. Itulah sebabnya manusia akan selalu mengenang anggota Majelis Besar itu, dan sepanjang sejarah namanya akan abadi. Bukan karena dia telah sukses mengerjakan tugas Politiknya, tapi karena tugas kemanusiaannya. Yusuf Arimatea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)