Featured Post

Synopsis Dan Nilai Fim Odyssey, Matt Damon Anna Hathway Serta Christopher Nolan Sebagai Sutradara. Apik.

Gambar
 Film The Odyssey karya Christopher Nolan mempertemukan kembali Matt Damon (sebagai Odysseus) dan Anne Hathaway (sebagai Penelope) dalam adaptasi epik dari karya klasik Homer. ​Dengan skala visual khas Nolan yang megah dan direkam penuh menggunakan kamera IMAX, film ini bukan sekadar tontonan aksi petualangan mitologi, melainkan studi karakter yang dalam tentang kepemimpinan, keputusasaan, dan ketahanan jiwa. ​Penilaian & Visualisasi Karakter ​Nolan membawakan Odysseus sebagai pahlawan yang sangat manusiawi. Matt Damon menampilkan sosok raja Ithaca yang cerdik namun menanggung beban rasa bersalah dan kelelahan mental yang berat akibat Perang Troya dan perjalanan panjangnya. ​Secara sinematematik, kekuatan film ini terletak pada: ​ Penokohan yang Kompleks: Odysseus tidak digambarkan sebagai pahlawan sakti yang tanpa cela, melainkan seorang ahli strategi yang harus bergelut dengan ego, keputusannya yang membawa risiko bagi anak buahnya, dan kerinduan mendalam akan rumah....

Permintaan Aneh Seorang Anggota DPR

Permintaan anggota DPR itu aneh, bahkan sangat aneh.

Karena yang dimintanya bukan imbalan jasa atas selesainya sebuah Undang Undang.

Ataupun kucuran dana untuk mengadakan study banding ke negara terjauh.

Bukan juga sebuah dukungan untuk menggolkan calon nya menjadi kepala daerah di sebuah Kabupaten apalagi Propinsi.

Yang tidak kalah herannya dan merasa aneh adalah penguasa yang dia datangi untuk meminta persetujuan. Sebab penguasa ini ketika beberapa saat sebelumnya menjadi hakim, tidak menemukan sedikit pun kesalahan pada diri yang didakwa. Begitulah, saat diberitakan oleh sang tamu bahwa Dia telah mati, dan minta ijin agar mayatnya boleh diambil, persetujuannya di tunda beberapa puluh menit, untuk menyelidiki kepastian. Hasilnya Pasti, memang telah mati.

Pikirannya meminjam istilah yang lahir beberapa ratus tahun kemudian, kepada Nietzsche : Tuhan Sudah Mati.

Lalu dia memberikan ijin, kepada si pemberani anggota DPR kaya raya yang tidak menyadari kekayaanNya. Sebab seluruh kesadarannya hanya berpusat kepada Mayat Masih Tergantung.

Dia lalu berlari mendatangi bukit itu, menurunkan Mayat dengan sangat hati hati penuh rasa hormat yang tidak terbendung. Sesekali air matanya menetes, mengikuti air mata miliaran manusia yang hidup kemudian, saat mengenang kematian orang yang sedang dia kafani. Tak lupa dia menyiram tubuh setia yang sudah menyerahkan rohNya itu dengan minyak wangi yang dibawa seorang imam besar yang bernama Nikodemus.

Berdua mereka menuntaskan pekerjaan abadi itu dan meletak kan Sang Mati di kubur yang sudah disediakan oleh Surga. Selesailah hari Jumat itu, menjadi hari yang paling banyak memegang rahasia kehidupan manusia. Itulah sebabnya manusia akan selalu mengenang anggota Majelis Besar itu, dan sepanjang sejarah namanya akan abadi. Bukan karena dia telah sukses mengerjakan tugas Politiknya, tapi karena tugas kemanusiaannya. Yusuf Arimatea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025