Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Permintaan Aneh Seorang Anggota DPR

Permintaan anggota DPR itu aneh, bahkan sangat aneh.

Karena yang dimintanya bukan imbalan jasa atas selesainya sebuah Undang Undang.

Ataupun kucuran dana untuk mengadakan study banding ke negara terjauh.

Bukan juga sebuah dukungan untuk menggolkan calon nya menjadi kepala daerah di sebuah Kabupaten apalagi Propinsi.

Yang tidak kalah herannya dan merasa aneh adalah penguasa yang dia datangi untuk meminta persetujuan. Sebab penguasa ini ketika beberapa saat sebelumnya menjadi hakim, tidak menemukan sedikit pun kesalahan pada diri yang didakwa. Begitulah, saat diberitakan oleh sang tamu bahwa Dia telah mati, dan minta ijin agar mayatnya boleh diambil, persetujuannya di tunda beberapa puluh menit, untuk menyelidiki kepastian. Hasilnya Pasti, memang telah mati.

Pikirannya meminjam istilah yang lahir beberapa ratus tahun kemudian, kepada Nietzsche : Tuhan Sudah Mati.

Lalu dia memberikan ijin, kepada si pemberani anggota DPR kaya raya yang tidak menyadari kekayaanNya. Sebab seluruh kesadarannya hanya berpusat kepada Mayat Masih Tergantung.

Dia lalu berlari mendatangi bukit itu, menurunkan Mayat dengan sangat hati hati penuh rasa hormat yang tidak terbendung. Sesekali air matanya menetes, mengikuti air mata miliaran manusia yang hidup kemudian, saat mengenang kematian orang yang sedang dia kafani. Tak lupa dia menyiram tubuh setia yang sudah menyerahkan rohNya itu dengan minyak wangi yang dibawa seorang imam besar yang bernama Nikodemus.

Berdua mereka menuntaskan pekerjaan abadi itu dan meletak kan Sang Mati di kubur yang sudah disediakan oleh Surga. Selesailah hari Jumat itu, menjadi hari yang paling banyak memegang rahasia kehidupan manusia. Itulah sebabnya manusia akan selalu mengenang anggota Majelis Besar itu, dan sepanjang sejarah namanya akan abadi. Bukan karena dia telah sukses mengerjakan tugas Politiknya, tapi karena tugas kemanusiaannya. Yusuf Arimatea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026