Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 08 - 14 Februari 2026

Gambar
  Nas   Lukas 24 : 13 – 32 Thema Penglihatan Terang dan Mengenal Yesus Kristus (Terang Pengidah Janah Nandai Jesus) A. PembukaanC Di zaman sekarang ini, pengenalan akan Yesus Kristus sering kali terhalang oleh gaya hidup modern yang serba cepat, pragmatis, dan berorientasi pada kepuasan diri. Banyak orang mengenal Yesus hanya sebatas simbol agama, tradisi gerejawi, atau identitas sosial, tetapi tidak sungguh-sungguh mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia. Seperti kedua murid di jalan menuju Emaus, manusia masa kini pun sering berjalan bersama Yesus tanpa menyadari kehadiran-Nya. Mereka berbicara tentang Yesus, mendengar kisah-Nya, bahkan terlibat dalam aktivitas keagamaan, namun mata rohani mereka tertutup. Kehidupan yang dipenuhi kekecewaan, harapan yang runtuh, dan ekspektasi yang tidak terpenuhi membuat hati menjadi lamban untuk percaya. Nas Lukas 24:13–32 mengajak kita untuk menyadari bahwa mengenal Yesus Kristus bukanlah hasil kecerdasan teologis semata, melainkan b...

Permintaan Aneh Seorang Anggota DPR

Permintaan anggota DPR itu aneh, bahkan sangat aneh.

Karena yang dimintanya bukan imbalan jasa atas selesainya sebuah Undang Undang.

Ataupun kucuran dana untuk mengadakan study banding ke negara terjauh.

Bukan juga sebuah dukungan untuk menggolkan calon nya menjadi kepala daerah di sebuah Kabupaten apalagi Propinsi.

Yang tidak kalah herannya dan merasa aneh adalah penguasa yang dia datangi untuk meminta persetujuan. Sebab penguasa ini ketika beberapa saat sebelumnya menjadi hakim, tidak menemukan sedikit pun kesalahan pada diri yang didakwa. Begitulah, saat diberitakan oleh sang tamu bahwa Dia telah mati, dan minta ijin agar mayatnya boleh diambil, persetujuannya di tunda beberapa puluh menit, untuk menyelidiki kepastian. Hasilnya Pasti, memang telah mati.

Pikirannya meminjam istilah yang lahir beberapa ratus tahun kemudian, kepada Nietzsche : Tuhan Sudah Mati.

Lalu dia memberikan ijin, kepada si pemberani anggota DPR kaya raya yang tidak menyadari kekayaanNya. Sebab seluruh kesadarannya hanya berpusat kepada Mayat Masih Tergantung.

Dia lalu berlari mendatangi bukit itu, menurunkan Mayat dengan sangat hati hati penuh rasa hormat yang tidak terbendung. Sesekali air matanya menetes, mengikuti air mata miliaran manusia yang hidup kemudian, saat mengenang kematian orang yang sedang dia kafani. Tak lupa dia menyiram tubuh setia yang sudah menyerahkan rohNya itu dengan minyak wangi yang dibawa seorang imam besar yang bernama Nikodemus.

Berdua mereka menuntaskan pekerjaan abadi itu dan meletak kan Sang Mati di kubur yang sudah disediakan oleh Surga. Selesailah hari Jumat itu, menjadi hari yang paling banyak memegang rahasia kehidupan manusia. Itulah sebabnya manusia akan selalu mengenang anggota Majelis Besar itu, dan sepanjang sejarah namanya akan abadi. Bukan karena dia telah sukses mengerjakan tugas Politiknya, tapi karena tugas kemanusiaannya. Yusuf Arimatea.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025