Featured Post

Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). ​1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" ​Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. ​Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...

KEBENARAN

Pertanyaan Pilatus kepada Yesus Kristus yang sedang diadili tentang “ kebenaran “tidak pernah di jawab dan terbuka sampai sekarang. Persisnya tertulis dalam Yohanes 18 : 38a, “apakah kebenaran itu”. Mengapa Tuhan tidak mau mejawab pertanyaan yang Maha penting ini?

Saya kira bukanlah Tuhan tidak menjawab, namun Tuhan belum menjawab. Pasti ada satu momentum dimana nanti dibukakan semua, seperti yang Dia janjikan misalnya dalam 1 Korintus 2 : 9 : Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Akan ada satu kesempatan bahwa semua tentang kebenaran akan dibukakan oleh Tuhan kepada manusia, khususnya kepada yang mengasihi Dia. Mengapa bukan sekarang, bukankah manusia saat ini dengan maraknya bencana alam, seperti Mentawai, Wasior, dan Gunung Merapi, yang ramai dituliskan dalam SMS semua bertanggal 26, sangat membutuhkan sebuah penjelasan surgawi tentang semua misteri ini?

Bahkan muncul kepermukaan peradaban kita saat ini sebuah pertanyaan lanjutan, apakah bencana alam itu murni bencana alam, atau disebabkan tangan-tangan serakah manusia, ataukah Tuhan yang merencanakan? Lalu muncul lah sms itu tadi yang memuat perkataan nabi Hagai.

Hagai 2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; (Alkitab Edisi Terjemahan Baru)

Hagai 2:6 Dalam waktu yang dekat Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, darat dan laut.(Alkitab Edisi Bahasa Indonesia Sehari Sehari)

Hagai 2:6 Lanai ndekahsa Kuugur me langit ras doni, lawit ras daraten (Alkitab Bahasa Karo edisi III)

Hagai 2:6 For thus saith the LORD of hosts; Yet once, it is a little while, and I will shake the heavens, and the earth, and the sea, and the dry land; (King James Version)

Sebagian tertulis dalam Hagai 2 : 7, sebagian dalam Hagai 2 ; 6. Mungkin kita bertanya mana yang benar, koq bisa ada dua versi. Memang dua versi, dan dua duanya benar. Benar menurut apa yang bisa kita pikirkan benar. Kita percaya akan kata-kata Firman Tuhan, namun kita belum yakin apakah fenomena sekarang ini perwujudan dari Firman itu. Artinya kita masih membutuhkan suatu bentuk atau level kebenaran yang lain, yang seketika dapat memadukan kepercayaan dan keyakinan kita.

Jadi bisa kita simpulkan, bahwa ada kebenaran yang sanggup kita pikirkan dan ada kebenaran yang belum sanggup kita pahami, karena belum pernah terdengar telinga kita, belum terlihat mata kita dan belum pernah muncul dalam getaran-getaran di lubuk hati kita. Ada Righteousness dan ada Truth. Rigrtenousness sudah ditanamkan Allah dalam otak dan hati kita, sedangkan Truth masih disimpan Allah. Dan pertanyaan Pilatus dalam Yohanes 18 : 38a adalah tentang Truth, wajarlah tak ada yang mampu menuliskan apa jawabNya. Tuhan memberkati kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025