Featured Post

The Trump Leadership Pattern: Leading Humanity to Contemplate the Death of the Greatest Leader of All Time, Jesus Christ

Gambar
By: Analgin Ginting & Gemini AI Introduction: The Ontological Crisis of Modern Governance In the dawn of 2026, the global landscape finds itself in a state of "spiritual vertigo." While the Fourth Industrial Revolution has provided unprecedented material comfort, a hollow void remains in the collective soul of humanity. Modern leadership has long been reduced to mere administration—a sterile management of resources, inflation rates, and geopolitical stability. However, the human spirit yearns for more than a "standard of living"; it hungers for a "standard of being." It is within this vacuum that the leadership of Donald Trump emerges not merely as a political phenomenon, but as a disruptive spiritual archetype. By breaking the conventional mold of the presidency, Trump has inadvertently (or perhaps intentionally) forced humanity to re-evaluate the very essence of power, sacrifice, and the ultimate telos of leadership. This essay argues that Trump’s tr...

DOA DAN KEPEMIMPINAN NEHEMIA


Nehemia adalah seorang pemimpin, bahkan kepemimpinannya adalah yang terbesar. Awalnya hanyalah seorang Juru Minum, yang selalu mendemonstrasikan loyalitas dan tanggung jawab kepada Artahasta, Rajanya tercinta.. Namun berikutnya menjadi seorang bupati di Yudea. Menjadi bupati bukan tujuan utamanya, jadi tidak perlu melakukan Money Politik seperti Pilkada di Kabupaten itu. Sebab baginya menjadi bupati hanyalah sarana untuk dekat dengan Yerusalem. Misi terpentingnya.

`Nehemia adalah seorang pendoa. Pendoa yang jadi pemimpin atau pemimpin yang jadi pendoa. Sulit dijelaskan karena keduanya begitu menyatu. Dan itulah Nehemia. Jadi dalam diri Nehemia lah Pemimpin itu adalah pendoa, dan pendoa itulah pemimpin. Dari awal sampai selesai, dari reruntuhan menjadi kota berbenteng perkasa, Nehemia lah yang menjadi pelayan utamanya.

Pembangunan kembali Yerusalem dari reruntuhan menjadi Kota yang Indah dan kuat. Dimulai dengan doa, diawasi dengan doa, diatasi dengan doa, dan diakhiri dengan doa

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit (Neh 1 : 4)

Ketika Niat itu menjadi kenyataan, direstui sepenuhnya oleh Sang Raja yang menjadi atasan. Bahkan diberikan segala fasilitas dan kemudahan, sesuai dengan kehendak Allah, Sang Khalik.

Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."(Neh 2 : 4-5)

Pekerjaannya diejek dan dihina oleh penguasa setempat. Nehemia membalas dengan berdoa

Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: "Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka." Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan. (Neh 4 : 3-4)

Ketika ditengah umatnya ada percekcokan dan penjajahan internal. Para pemimpin menguasai tanah-tanah orang lemah. Nehemia berdoa meminta khikmat, keadilan dan ketegasan

Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: "Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya. Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!" Dan seluruh jemaah berkata: "Amin," lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu.(Neh 5 : 13)

Ketika musuh-musuhnya mau membunuh dia, doanya menghadirkan keberanian luarbiasa, sehingga kata-katanya sangat asertif, tegas, berwibawa dan positif.

Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku. Ya Allahku, ingatlah kepadaku, demi kesejahteraanku (Neh 6 : 14)

Ketika proyek pembangunan mendekati rampung, maka doanya adalah memohon ke”pentaren” supaya dicatat semua nama-nama dan silsilah mereka yang bekerja untuk disajikan dan dipersembahkan kepada sejarah.

Maka Allahku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka, para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang (Neh 7 : 5)

Ketika proyek sudah selesai dengan gemilang, doanya disertai pembacaan Taurat, bersama sohib nya Imam Ezra

Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu (Neh 8 : 10)

Dan setelah semuanya terselsesaikan dengan tuntas, baru dia berdoa untuk memohon kesejahteraannya.

Ya Allahku, ingatlah kepadaku, demi kesejahteraanku! (Neh 13 : 31b).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025