Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

DOA DAN KEPEMIMPINAN NEHEMIA


Nehemia adalah seorang pemimpin, bahkan kepemimpinannya adalah yang terbesar. Awalnya hanyalah seorang Juru Minum, yang selalu mendemonstrasikan loyalitas dan tanggung jawab kepada Artahasta, Rajanya tercinta.. Namun berikutnya menjadi seorang bupati di Yudea. Menjadi bupati bukan tujuan utamanya, jadi tidak perlu melakukan Money Politik seperti Pilkada di Kabupaten itu. Sebab baginya menjadi bupati hanyalah sarana untuk dekat dengan Yerusalem. Misi terpentingnya.

`Nehemia adalah seorang pendoa. Pendoa yang jadi pemimpin atau pemimpin yang jadi pendoa. Sulit dijelaskan karena keduanya begitu menyatu. Dan itulah Nehemia. Jadi dalam diri Nehemia lah Pemimpin itu adalah pendoa, dan pendoa itulah pemimpin. Dari awal sampai selesai, dari reruntuhan menjadi kota berbenteng perkasa, Nehemia lah yang menjadi pelayan utamanya.

Pembangunan kembali Yerusalem dari reruntuhan menjadi Kota yang Indah dan kuat. Dimulai dengan doa, diawasi dengan doa, diatasi dengan doa, dan diakhiri dengan doa

Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit (Neh 1 : 4)

Ketika Niat itu menjadi kenyataan, direstui sepenuhnya oleh Sang Raja yang menjadi atasan. Bahkan diberikan segala fasilitas dan kemudahan, sesuai dengan kehendak Allah, Sang Khalik.

Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."(Neh 2 : 4-5)

Pekerjaannya diejek dan dihina oleh penguasa setempat. Nehemia membalas dengan berdoa

Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: "Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka." Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan. (Neh 4 : 3-4)

Ketika ditengah umatnya ada percekcokan dan penjajahan internal. Para pemimpin menguasai tanah-tanah orang lemah. Nehemia berdoa meminta khikmat, keadilan dan ketegasan

Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: "Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya. Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!" Dan seluruh jemaah berkata: "Amin," lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu.(Neh 5 : 13)

Ketika musuh-musuhnya mau membunuh dia, doanya menghadirkan keberanian luarbiasa, sehingga kata-katanya sangat asertif, tegas, berwibawa dan positif.

Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku. Ya Allahku, ingatlah kepadaku, demi kesejahteraanku (Neh 6 : 14)

Ketika proyek pembangunan mendekati rampung, maka doanya adalah memohon ke”pentaren” supaya dicatat semua nama-nama dan silsilah mereka yang bekerja untuk disajikan dan dipersembahkan kepada sejarah.

Maka Allahku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka, para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang (Neh 7 : 5)

Ketika proyek sudah selesai dengan gemilang, doanya disertai pembacaan Taurat, bersama sohib nya Imam Ezra

Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu (Neh 8 : 10)

Dan setelah semuanya terselsesaikan dengan tuntas, baru dia berdoa untuk memohon kesejahteraannya.

Ya Allahku, ingatlah kepadaku, demi kesejahteraanku! (Neh 13 : 31b).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026