Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

ADA KEPEMIMPINAN DI GARUDA



Saya kutip berita dari Kompas Online pada hari Rabu tanggal 24 Nopember 2010, tentang kekacauan penerbangan Garuda Indonesia seperti ini :

KOMPAS.com — Jadwal penerbangan Garuda Indonesia mengalami kekacauan sejak Minggu (21/11/2010) hingga hari Selasa ini. Akibat kekacauan itu, beberapa penerbangan dibatalkan dan tertunda. Penumpang pun menjadi korbannya sehingga banyak komentar muncul seputar Garuda. Di antara komentar-komentar tersebut, mantan Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Purnawirawan Chappy Hakim, menyajikan tulisannya di Kompasiana. Berikut tulisan itu:

Pada bagian akhir tulisan ini Pak Cheppy Hakim mengatakan sebagai berikut :

Dengan itu semua, kiranya sangat terang benderang alias loud and clear bahwa Maskapai Penerbangan Garuda, sang pembawa bendera, kebanggaan Indonesia, atau mungkin Kementerian BUMN kita tengah menghadapi masalah yang “besar” dan “serius”. Masalah yang memerlukan “kejujuran” dari semua pihak untuk menjelaskannya kepada kita semua, para pelanggan setia dan seluruh rakyat yang bangga akan keberadaan Garuda, “apa yang sebenarnya terjadi” ?

Saya mencoba merenungkan apa yang dimaksuk Pak Cheppy tentang masalah yang besar dan serius itu, apakah masalah kekacauan saat ini atau ada masalah lain yang belum terkuak. Saya tidak ingin menduga-duga karena saya juga sangat awam tentang industri penerbangan. Interaksi saya hanya saat menaiki pesawat Garuda saja, itupun karena difasilitasi Kantor. Namun saya pun sama dengan sebagian besar pelanggan Garuda yang lain sudah terlanjur suka dan bangga dengan Maskapai kita ini.
Khusus dalam masalah saat ini saya melihat ada beberapa hal yang sangat mengagumkan cara Garuda menanganginya :

1. Mereka tidak mengelak atau mencari cari kambing hitam, tapi mereka terima dan hadapi masalah itu dengan jiwa besar. Hal seperti ini jarang saya dengar apalagi lihat di Republik ini. Yang biasa dilakukan adalah mencari pembenaran diri atau mencari kambing hitam. Selanjutnya mengangkat issu baru untuk menyampingkan isu utama, sehingga lama kelamaan kesalahan utama mereka terlupakan. Tapi Garuda yang selama ini selalu terbang tinggi, duduk dan menunduk mendengarkan dan lalu menghadapinya

2. Fokus mereka adalah kepada Pelanggan. Mereka upayakan semaksimal mungkin untuk tetap memberi kenyamanan kepada para penumpang. Mereka atur secara manual untuk menempatkan para penumpang supaya bisa diterbangkan penerbangan sebelum atau berikutnya, mereka carikan penginapan untuk para penumpang yang terlantar di bandara, mereka ganti dua kali lipat bagi penumpang yang membatalkan penerbangannya. Banyak ketimpangan dan kegagalan dalam upaya memberi solusi, namun niat mereka terlihat benar-benar tulus, dan semua nya kerja keras. Ada upaya untuk mencari penyelesaian.

3. Ada kepimpinan di Garuda. Emirsyah Satar sebagai orang nomor satu benar-benar aktif, turum ke lapangan, menyatu dengan semua pekerja bahkan dengan semua penumpang untuk menjelaskan apa yang terjadi. Pak Satar tidak mencari tempat sembunyi dan tempat perlindungan. Toh kalau tetap ada masalah memang begitulah kenyataannya. Kan Einstein pernah berkata, kita tidak bisa berfikir pada level masalah itu muncul. Kita harus berfikir satu atau dua level lebih tinggi, lebih cerdas dan lebih strategis. Terlihat bahwa mereka melakukan itu.

Kembali seperti Pak Cheppy bilang, Garuda sedang mengalami masalah yang besar dan serius. Namun mereka semua dengan dedikasi profesionalisme pasti akan bisa mengatasi masalah itu. Warren Bennis bilang, masalah besar dan serius pasti akan melahirkan pemimpin besar. Pemimpin yang akan membawa Garuda terbang lebih jauh dan lebih tinggi. Salut untuk para pemimpim di Garuda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026