Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

PUISI ORANG SUKSES


Orang Sukses akan mengayuh impian, cita cita bak seorang bayi yang merangkak, coba berdiri walaupun sesekali jatuh, untuk suatu Obsesi.

Pengalaman pahit dan manis terus berguling bahkan melayang seiring terbentuknya suasana kondusif

Ditengah gemuruhnya badai kehidupan semangatku tersentak untuk berjuang, dan bagai mata yang melotot kuarahkan ambisiku untuk suatu karya yang harum

Bagaikan mata yang melirik impian yang menari indah seakan hadir rasa kasmaran yang tak karuan dalam benakku untuk menggapai impian itu

Ku tepis egois dan jiwa anarkis lalu kuberteriak dengan suara melengiking menggelorakan “aku pasti bisa”

Asin, asam, gurih dan semua rasa yang menendang otot rasaku tak akan membuat hambar semangatku

Bahkan terus meluncur di tengah kesunyian untuk mengendus harapan manis
Suara gaduh dan bising di tengah gemerincik hujan tak mampu membuat asaku menggigil
Jiwaku seakan berenang menghindari lebah yang akan menyengat dan mnyentuh perih spiritku

Mataku berbinar di tengah buramnya kehidupan, kuyakin kusanggup menghirup secercah harapan dan menutupi buram dengan silau yang ada

Kubuang rasa narsis, kubersihkan semua pesing dan apek di sekitarku, kuhilangkan kegerahan dan rasa gatal yang ada, walau pengalamanku seolah rabun. Sebab aku yakin pasti kan ada kesejukan impian yang akan menjelang.

(Catatan dari kelas Self Development Duta Pertiwi Gorup; Esti, Kurnia, Joko, Sunaryanto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025