Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

PUISI ORANG SUKSES


Orang Sukses akan mengayuh impian, cita cita bak seorang bayi yang merangkak, coba berdiri walaupun sesekali jatuh, untuk suatu Obsesi.

Pengalaman pahit dan manis terus berguling bahkan melayang seiring terbentuknya suasana kondusif

Ditengah gemuruhnya badai kehidupan semangatku tersentak untuk berjuang, dan bagai mata yang melotot kuarahkan ambisiku untuk suatu karya yang harum

Bagaikan mata yang melirik impian yang menari indah seakan hadir rasa kasmaran yang tak karuan dalam benakku untuk menggapai impian itu

Ku tepis egois dan jiwa anarkis lalu kuberteriak dengan suara melengiking menggelorakan “aku pasti bisa”

Asin, asam, gurih dan semua rasa yang menendang otot rasaku tak akan membuat hambar semangatku

Bahkan terus meluncur di tengah kesunyian untuk mengendus harapan manis
Suara gaduh dan bising di tengah gemerincik hujan tak mampu membuat asaku menggigil
Jiwaku seakan berenang menghindari lebah yang akan menyengat dan mnyentuh perih spiritku

Mataku berbinar di tengah buramnya kehidupan, kuyakin kusanggup menghirup secercah harapan dan menutupi buram dengan silau yang ada

Kubuang rasa narsis, kubersihkan semua pesing dan apek di sekitarku, kuhilangkan kegerahan dan rasa gatal yang ada, walau pengalamanku seolah rabun. Sebab aku yakin pasti kan ada kesejukan impian yang akan menjelang.

(Catatan dari kelas Self Development Duta Pertiwi Gorup; Esti, Kurnia, Joko, Sunaryanto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025