Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

PUISI ORANG SUKSES


Orang Sukses akan mengayuh impian, cita cita bak seorang bayi yang merangkak, coba berdiri walaupun sesekali jatuh, untuk suatu Obsesi.

Pengalaman pahit dan manis terus berguling bahkan melayang seiring terbentuknya suasana kondusif

Ditengah gemuruhnya badai kehidupan semangatku tersentak untuk berjuang, dan bagai mata yang melotot kuarahkan ambisiku untuk suatu karya yang harum

Bagaikan mata yang melirik impian yang menari indah seakan hadir rasa kasmaran yang tak karuan dalam benakku untuk menggapai impian itu

Ku tepis egois dan jiwa anarkis lalu kuberteriak dengan suara melengiking menggelorakan “aku pasti bisa”

Asin, asam, gurih dan semua rasa yang menendang otot rasaku tak akan membuat hambar semangatku

Bahkan terus meluncur di tengah kesunyian untuk mengendus harapan manis
Suara gaduh dan bising di tengah gemerincik hujan tak mampu membuat asaku menggigil
Jiwaku seakan berenang menghindari lebah yang akan menyengat dan mnyentuh perih spiritku

Mataku berbinar di tengah buramnya kehidupan, kuyakin kusanggup menghirup secercah harapan dan menutupi buram dengan silau yang ada

Kubuang rasa narsis, kubersihkan semua pesing dan apek di sekitarku, kuhilangkan kegerahan dan rasa gatal yang ada, walau pengalamanku seolah rabun. Sebab aku yakin pasti kan ada kesejukan impian yang akan menjelang.

(Catatan dari kelas Self Development Duta Pertiwi Gorup; Esti, Kurnia, Joko, Sunaryanto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025