Featured Post

Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). ​1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" ​Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. ​Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...

TERIMA KASIH UNTUK GROUP ISPI, PENGEMBANG MUTIARA GADING TIMUR



Sebidang tanah yang terletak di jantung Perumahan Mutiara Gading Timur menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai. Menimbulkan kemacetan yang luar biasa jika melintasinya pada hari Sabtu dan Minggu sore. Tanah yang dibiarkan terbuka tersebut tidak hanya menjadi tempat berdagang yang sangat nyaman bagi pedagang kaki lima, namun disisi lain juga menjadi pusat permainan anak.

Ketika setiap hari melewati tempat tersebut sempat muncul kekuatiran saya, sebab saya berpikir suatu saat nanti tanah ini akan dibangun dan dijual juga. Saya pada awalnya merasa sangat menyayangkan jika hal ini benar-benar dilaksanakan oleh pengembang.

Namun satu minggu terakhir ini saya justru melihat di tengah lapangan ini membentang dari satu sisi ke sisi lain dibangun jalan, namun di ujungnya di pasang palang sehingga tidak bisa dimasuki oleh kenderaan. Berikutnya saya melihat tanaman angsana pun ditanami persis di tengah. Wah, jika kelak tanaman angsana itu telah tumbuh dan besar maka tanah ini akan menjadi indah dan sejuk sekali karena berubah menjadi paru-paru kompleks ini.

Oleh sebab itu saya dengan hati yang sangat tulus mengucapkan terima kasih kepada Group ISPI atas keputusan untuk membiarkan tanah ini tetap terbuka, dan menjadi paru-paru di kompleks Mutiara Gading Timur dan Griya Timur Indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025