Featured Post

Keterhubungan Suku Karo dengan Suku Melayu Deli

Gambar
​Mendekonstruksi Dikotomi Pedalaman-Pesisir dan Mitologi Etnitisasi Kolonial di Sumatera Utara ​ Oleh: Sintesis Historiografi dan Antropologi Kritis (Daniel Perret & Erond L. Damanik) ​Historiografi arus utama Sumatera Utara kerap dipenjara oleh dikotomi biner yang tajam: Melayu di ranah pesisir yang diidentikkan dengan keadaban, literasi, Islam, dan kosmopolitanisme; berhadapan dengan suku-suku pedalaman—yang disatukan di bawah label payung "Batak"—yang distigmatisasi sebagai masyarakat terisolasi, kasar, tak beradab, hingga kanibal. Narasi dikotomis ini tidak hanya cacat secara metodologis, melainkan juga mengabaikan fakta sejarah mengenai dinamika integrasi sosio-ekonomi dan politik yang harmonis di kawasan Sumatera Timur Laut prakolonial. ​Melalui sintesis pemikiran ahli sejarah Perancis, Daniel Perret, dan antropolog Universitas Negeri Medan, Prof. Erond L. Damanik, artikel ini mengurai fakta bahwa keterpisahan kultural dan etnis antara Suku Karo dan Suku Mela...

TERIMA KASIH UNTUK GROUP ISPI, PENGEMBANG MUTIARA GADING TIMUR



Sebidang tanah yang terletak di jantung Perumahan Mutiara Gading Timur menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai. Menimbulkan kemacetan yang luar biasa jika melintasinya pada hari Sabtu dan Minggu sore. Tanah yang dibiarkan terbuka tersebut tidak hanya menjadi tempat berdagang yang sangat nyaman bagi pedagang kaki lima, namun disisi lain juga menjadi pusat permainan anak.

Ketika setiap hari melewati tempat tersebut sempat muncul kekuatiran saya, sebab saya berpikir suatu saat nanti tanah ini akan dibangun dan dijual juga. Saya pada awalnya merasa sangat menyayangkan jika hal ini benar-benar dilaksanakan oleh pengembang.

Namun satu minggu terakhir ini saya justru melihat di tengah lapangan ini membentang dari satu sisi ke sisi lain dibangun jalan, namun di ujungnya di pasang palang sehingga tidak bisa dimasuki oleh kenderaan. Berikutnya saya melihat tanaman angsana pun ditanami persis di tengah. Wah, jika kelak tanaman angsana itu telah tumbuh dan besar maka tanah ini akan menjadi indah dan sejuk sekali karena berubah menjadi paru-paru kompleks ini.

Oleh sebab itu saya dengan hati yang sangat tulus mengucapkan terima kasih kepada Group ISPI atas keputusan untuk membiarkan tanah ini tetap terbuka, dan menjadi paru-paru di kompleks Mutiara Gading Timur dan Griya Timur Indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026