Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

2012 Bukan Tengtang Kiamat



Film 2012 kalau kita mau jujur sebenarnya Bukanlah tentang Kiamat, tapi sebuah upaya mengkomunikasikan (dalam kemasan hiburan tentu saja) apa yang terjadi dengan manusia jika masih sempat memprediksi kiamat tersebut.

Jika kiamat itu terjadi, masak tidak ada tanda-tanda alam yang bisa dipelajari? Masak belum pernah ada dugaan sebelumnya dari seluruh umat manusia? Pikiran-pikiran ini lah lalu dimatangkan kemudian di gagas menjadi sebuh film yang sangat Hollywood. Ketika Film ini dibuat bagian marketing sibuk menemukan cara-cara marketing yang lebih jitu, supaya film ini kelak bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Maka dikaitkan lah dengan ramalan suku Maya yang sudah lama dianggap punah, dikaitkan juga dengan catatan-catatan Nostradamus yang (dikatakan) hilang, dibuat film dokumenter, ditulis ulang buku yang semuanya mengarah terhadap penciptaan opini bahwa seolah-olah bayangan Kiamat 2012 sangat bisa diterima kebenarannya. Jadi lupakan mengenai kiamat, sebab hal itu sekali lagi hanya Tuhan yang tahu.

Sebagai film ada beberapa catatan yang bisa kita jadikan bahan perenungan dari 2012 ini. Yang saya lihat pertama adalah keseriusan dalam penggarapannya. Kesan kita bahwa film ini tidak dibuat dengan upaya setengah-setengah. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya pemeran, adegan-adegan yang tertata sehingga mampu mengkomunikasikan kepada penonton suasana mencekam, ditambah dengan pensuaraan yang benar-benar dikerjakan seorang profesional.

Yang kedua adalah penggambaran sikap manusia ketika bencana itu datang. Dalam hal ini saya kira belum terlalu maksimal digarap. Satu lagi adalah penggambaran dari upaya manusia untuk mempertahankan keselamatannya. Dengan proyek yang sangat rahasia membuat kapal pengangkut raksasa yang tentu saja mengambil konsep dari Alkitab, dari kisah Bahtera Nabi Nuh.

Jadi, saya kira semua penggambaran dalam film ini adalah sebuah hiburan semata. Sebab banyak sekali adegan yang penghancuran yang bukan membuat kita cemas tapi tertawa. Masak gempa bisa mengejar-ngejar mobil? Atau masak retakan tanah itu dibuat dibelakang pesawat, dan ketika pesawatnya sudah mempunyai kecepatan tertentu sengaja dibuat tanahnya amblas, sehingga pesawat itu seolah-olah sudah terbang tapi ketinggian minus sekian meter di bawah tanah?

Justru respon masyarakat Indonesia lah yang saya kira perlu kita sikapi dengan serius. Mengapa kita begitu serius menanggapi film fiksi hiburan yang diperuntukkan untuk usia remaja ini? Jangan-jangan semua hal itu menandakan bahwa kita yang masih terlalu takut jika kiamat itu datang. Kalau benar, bukankah itu pertanda kedangkalan pemahaman keberagamaan kita? Positifnya, film ini menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton tahun 2009. Hahahaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026