Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Persahabatan Yang Sangat Mendalam 2 Orang Saudara Ipar : Prof. Yasonna H. Laoly, S.H.,M.Sc.,Ph.D, Dengan Alexander Ketaren

 Persahabatan sejati adalah anugerah yang tidak lekang oleh waktu, sebuah ikatan yang melampaui sekadar pertemuan biasa. Video ini menjadi saksi bisu betapa dalamnya hubungan yang terjalin antara dua sosok luar biasa, Prof. Yasonna Laoly dan mendiang Alex Ketaren. Melalui untaian kata yang penuh ketulusan, kita diajak untuk melihat sisi humanis dari sebuah relasi yang dibangun di atas fondasi kepercayaan dan dedikasi.

​Kehilangan sosok seperti Alex Ketaren tentu meninggalkan ruang kosong yang sulit terisi, namun kenangan yang ditinggalkannya tetap hidup melalui kesaksian orang-orang terdekat. Prof. Yasonna menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati, menggambarkan bagaimana Alex bukan hanya sekadar saudara ipar , melainkan sahabat yang hebat dengan integritas yang patut diteladani. Pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menghargai setiap momen bersama orang-orang terkasih.


​Dalam setiap kalimat yang terucap, terpancar rasa hormat yang mendalam atas segala pengabdian dan karakter kuat yang dimiliki mendiang semasa hidupnya. Beliau dikenal sebagai pribadi yang memiliki komitmen tinggi, yang kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi lingkungan sekitarnya. Video ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan sebuah bentuk penghormatan terakhir yang tulus bagi seorang kalimbubu sekaligus sahabat yang telah berpulang.

​Melalui unggahan ini, diharapkan kita dapat mengambil pelajaran tentang arti kesetiaan dan persahabatan yang sesungguhnya. Bahwa meskipun raga telah tiada, nilai-nilai kebaikan dan jejak langkah yang ditinggalkan akan terus menginspirasi banyak orang. Mari kita sejenak memberikan apresiasi dan doa bagi almarhum yang telah meninggalkan warisan persahabatan yang begitu indah.

​Silakan saksikan tayangan lengkapnya melalui tautan di bawah ini untuk ikut mengenang perjalanan dan pesan mendalam dari Prof. Yasonna Laoly untuk silih (bahasa Karo untuk Ipar) sekaligus  sahabat tercintanya, Alex Ketaren. Semoga video ini bisa memberikan kedamaian dan inspirasi bagi siapa saja yang menontonnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025