Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Juni 2026

Gambar
Thema : Beluh Muat Ukur (Mudah Mendapatkan Rasa Empati Orang Lain) Nas : 1 Timotius 5 : 1-7  ​A. PENDAHULUAN & FAKTA BERKAITAN NAS ​Mendapatkan empati dan respek dari orang lain—atau yang dalam kearifan lokal kita sebut beluh muat ukur —bukanlah sebuah keterampilan manipulatif untuk mencari simpati demi keuntungan pribadi, melainkan buah dari ketulusan hidup yang berakar pada kasih Kristus. Sering kali kita terjebak menuntut untuk dipahami dan dihormati terlebih dahulu oleh orang-orang di sekitar kita, baik oleh pasangan, anak, orang tua, maupun sesama jemaat. Namun, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menegaskan bahwa beluh muat ukur hanya bisa lahir ketika kita memiliki kerendahan hati untuk terlebih dahulu menanggalkan keegoisan, peduli pada kerapuhan sesama, dan berkomitmen mendahulukan kepentingan orang lain dengan penuh kemurnian. ​Di tengah realitas kehidupan modern yang cenderung individualistis dan transaksional, kemampuan untuk merengkuh empati sesama menjadi tantanga...

Harga Novel Baswedan Lebih Tinggi Daripada Kapolri

Berapakah harga seorang Novel Baswedan? Siapakah yang lebih tinggi harganya, Novel Baswedan atau Badrodin Haiti atau Budi Gunawan atau Budi Waseso? Bagaimana pula cara menentukan harga seorang manusia? Bisakah harga seorang  manusia ditentukan? Memang sulit, namun pasti bisa ditentukan.


Ketika saat ini Novel Baswedan masih ditangani Bareskrim Polri, lima ketua KPK berkomitmen untuk mundur dari jabatan jika Novel Baswedan jadi ditahan.  Jadi harga seorang Novel Baswedan minimal setara dengan harga lima Ketua KPK.  Padahal Novel hanya lah pegawai level menengah saja di KPK.


Bahkan lebih dari itu. Presiden Jokowi sendiripun sudah memperingati  Polri untuk membebaskan Novel Baswedan serta tidak mengkriminalisasi kasusnya. Presiden merasa perlu dan sudah berkomentar tentang Novel Baswedan?


Jika seandainya Badrodin Haiti mundur dari jabatannya, atau Budi GUnawan serta Budi Waseso dimundurkan dari jabatannya, adakah petinggi lembaga Negara yang akan berkomitmen untuk mundur juga?  Saya yakin tidak ada.  Jadi kalau begitu Novel Baswedan secara nyata mempunyai harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Badrodin Haiti, atau Budi Gunawan atau Budi Waseso.


Sebenarnya apa yang membuat Novel Baswedan mempunyai harga yang demikian tinggi? Ingatlah  pepatah yang diajarkan nenek moyang, “manusia mati meninggalkan nama”.  Nama lah yang hanya dapat ditinggalkan oleh seorang manusia jika dia meninggal. Artinya nama yang membuat seorang manusia mempunyai harga , tinggi ataupun rendah.  Sebab dalam namalah terkandung semua sifat, jati diri, karakter dan kebaikan seseorang.


Nove Baswedan mepunyai harga yang tinggi karena sifat atau karakternya sangat dikagumi dalam pemberantasan korupsi.  Keberanian, kecerdasan serta integritasnya terbukti sudah membuat beberapa petinggi negara termasuk beberapa jenderal polisi aktif harus meringkuk dalam tahanan karena kasus korupsinya dibuka lebar lebar oleh tim penyidik K PK yang di dalamnya ada nama Novel Baswedan.


Novel Baswedan sangat dikagumi oleh pegiat pegiat anti korupsi di Tanah Air.  Bahkan seorang mantan ketua KPK  terus terang berkata bahwa Novel Baswedan adalah seorang yang mempunyai integritas. Dan karakter serta integritas Novel Baswedan ditambah dengan pengalamannya selama ini tentu saja membuat pelaku korupsi ketakutan setengah mati.  Sebab ditambah dengan kecerdasannya dan komitmen pribadinya untuk memberantas korupsi  tentu saja kasus siapapun akan terbuka semakin lebar.

Novel Baswedan adalah standar  bahkan ikon dalam penyidikan kasus korupsi. Dia menjadi idola yang dikagumi sekaligus menjadi sosok yang paling ditakuti oleh siapapun yang punya kasus korupsi. Apakah penanganan kasus korupsi akan berhenti jika Novel Baswedan sampai dipaksa mundur atau kebebasannya dicabut? Bisa  ya bisa tidak, namun menurut saya dirinya sudah menjadi inspirasi. Jika satu Novel Baswedan  hilang, maka akan tumbuh 1000 Novel Baswedan yang lain, dalam diri anak anak muda yang mempunyai integritas, keberanian dan kecerdasan.  Mereka sudah banyak di KPK saat ini.


Tags:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025