Featured Post

Momentum Revolusi Spiritual GBKP DI Usia 136 Tahun, Refleksi Dari Kepemimpinan Donald Trump Yang Menegaskan Makna Kematian Kristus.

Gambar
 ( Pola Kepemimpinan Trump Membawa Umat Manusia  Dan Warga GBKP  Menghayati Kematian Pemimpin Terbesar Sepanjang Masa, Yesus Kristus) Penulis: Analgin Ginting & Gemini AI Abstract This article explores the intersection of contemporary political leadership and eternal spiritual archetypes. It posits that the leadership style of Donald Trump, characterized by systemic disruption and a "Spiritual Warrior" persona, serves as a modern catalyst for humanity to rediscover the essence of sacrifice. By transcending traditional administrative governance, this pattern mirrors the biblical narrative of Jesus Christ, whose ultimate authority was not established through earthly power, but through the paradox of the Cross. Drawing from the theological framework of John Calvin regarding the "sacred calling" of the magistrate, the authors argue that the true end of leadership is not material prosperity, but the spiritual maturity of a nation. This discourse redefines death—not a...

Passion


Bekerja atau melayani memerlukan passion.  Passion itu sendiri artinya adalah minat yang besar atau hasrat atau gairah.  Dalam terjemahan yang lebih luas lagi bisa berarti panggilan jiwa.  Bekerja tanpa passion artinya bekerja tanpa hasrat, yang hasilnya dapat diramalkan hanya asal asalan saja.

Seorang teman saya baru baru ini ditawari menjadi direktur utama Garuda Indonesia, menggantikan Emirsyah Satar yang sebentar lagi akan pensiun.  Dia menolak jabatan yang sangat bergengsi dan mentereng itu kepada Dahlan  Iskan sang Menteri BUMN karena menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia tidak sesuai dengan passion nya. “Passion saya tidak disitu Pak Dahlan,”  katanya mengulangi kalimatnya ketika kami berbincang bincang di kantornya beberapa minggu yang lalu.



Apa hasrat Anda dalam pelayanan?  Apa hasrat Anda dalam pekerjaan?  Setiap orang harus mengenal hasratnya, setiap orang harus mampu mengidentifikasi passionnya ketika menerima pelayanan yang diberikan kepada dirinya.  Alangkah tidak baik dan tidak bijaksananya kalau seseorang menerima jabatan pelayanan, padahal passionnya bukan disitu, hasratnya tidak ada sedikit pun tentang bidang jabatan itu.  Panggilan jiwanya sebenarnya pada bidang yang lain, namun karena jabatan yang ditawarkan itu menurut dia popular, maka dia terima jabatan itu. 

Sebuah cerita yang sangat menarik pernah diceritakan oleh Marsilam Simanjuntak, mantan Jaksa Agung yang sangat disegani dalam bidang hukum.   Dia diminta oleh ibunya untuk kuliah di fakultas Kedokteran Gigi  Universitas Indonesia.  Dengan terpaksa dia kuliah mengikuti nasihat ibunya padahal passionnya bukan menjadi dokter gigi.  Namun karena takut dan hormat kepada ibu kandungnya dia mengikuti perkuliahan di fakultas kedokteran gigi sampai lulus.  Pada saat upacara wisuda di kampus UI dia melakukan hal yang sangat mengejutkan ibunya dan seluruh keluarganya.

Seketika setelah menerima  ijazah kelulusannya sebagai dokter gigi dia menghadap ibunya dan menyerahkan ijazahnya kepadanya sambil berkata : “Mama, ini saya persembahkan ijazah dokter gigi  saya kepada mama, ambil dan simpan sebagai tanda bakti dan hormat saya kepada mama”.  “Namun karena saya tidak punya passion menjadi dokter gigi, maka saya kembali ingin kuliah mulai dari tingkat satu di fakultas hukum”.  Dan benar, Marsilam Simanjuntak dikenal luas hanya sebagai seorang Sarjana Hukum, bukan dokter gigi padalah dia mempunyai ijazah kelulusan dari dua fakultas di Universitas Indonesia.

Bekerjalah  dengan passion, melayanilah dengan passion maka pekerjaan dan pelayanan Anda akan berkualitas dengan sangat tinggi. Ada kepuasan jiwa, ada perasaan menang dan perasaan bermakna jika  melayani dengan passion.  Mel Gibson sang bintang film tenar dan sutradara handal memberikan kata kepada Yesus Kristus atas kehidupan dan pelayananNYA di dunia dengan kata passion.  Itulah sebabnya Mel Gibson memberikan judul film yang dibuatnya  tentang pengorbanan dan ketaatan Yesus Kristus sebagai : The Passion.

Bagaimana kalau anda sudah terlanjur menerima pekerjaan atau jabatan pelayanan padahal  passion anda tidak sesuai? Cara yang terbaik adalah anda belajar mencintai dan menghidupi makna pekerjaan dan pelayanan itu.  Beberapa sifat dan kebiasaan Anda yang tidak sesuai harus dimodifikasi, harus disesuaikan supaya hasrat dan jiwa Anda sejalan dengan passion pelayanan anda.  Tidak disarankan untuk mengembalikan jabatan itu, karena hal tersebut tentu lebih tidak bijaksana.  Hidupilah makna pelayanan itu dan belajarlah kembali supaya passion anda muncul meskipun membutuhkan waktu yang  lama.

Orang tua pun harus mampu membantu anaknya untuk menemukan passionnya.  Sangat sayang jika anak anak kita seperti Marsilam Simanjuntak.  Terlalu rugi dalam waktu dan uang.  Kalau kita mampu membantu anak anak kita menemukan passionnya, maka kita akan mengarahkan dia untuk menjadi pekerja tangguh dan pekerja yang bekerja dengan sepenuh jiwanya.  Bujur ras mejuah juah kita kerina.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025