Featured Post
Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...
ERTEMAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Analgin Ginting
Erteman kal ateku ras kam, sebab kam teman kap,
Tapi usur mbiar aku, sebab uga nge kari ateku
Seh paksa rukur aku, andiko mesui nge ate adi la lit teman
Emaka teman, erteman lah kita.
Erteman kal ateku ras kam, sebab kam teman kap
Keleng ate si lit bas pusuh arus nge i peseh
Tuhan kam sinuruh gelah kita erteman
Emaka teman, erteman lah kita.
Kegeluhen enda gedang ku lebe perlawesna
Tengah, dalan melala kebiaren, emaka perlu kita teman
Ndube kam kuakap imbang, tapi teman kap
Emaka teman, erteman lah kita.
Tuduhken dage bangku adi kam kin temanku
Ula gasgasi aku, mesui pagi ateku
Tapina mari sidahiken dahin gerejanta
Sibuat rudang simejilena, pesikap perukurenta.
Temanku kam, dilaki tah diberu gia.
Postingan populer dari blog ini
Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025
Oleh
Analgin Ginting
Thema: Dunia Dipenuhi Oleh Berkat dari Tuhan (Doni Dem Alu Pasu-Pasu Dibata) Teks: Masmur 104:10–15 Pengantar Dunia diciptakan Allah bukan hanya sebagai tempat tinggal bagi manusia, tetapi juga sebagai ruang pemeliharaan dan persekutuan antara ciptaan dan Sang Pencipta. Mazmur 104 adalah puisi agung yang memuliakan Allah sebagai Pemelihara ciptaan yang penuh kasih dan keteraturan. Pemazmur memaparkan bahwa segala unsur alam, dari mata air, tumbuhan, hingga makanan dan anggur, merupakan berkat langsung dari tangan Allah. Di tengah krisis ekologis dan kekhawatiran masa depan, mazmur ini menjadi deklarasi iman bahwa dunia ini penuh berkat karena Allah sendiri yang terus memeliharanya. Fakta 1. Tuhan adalah Sumber Air dan Kehidupan Dalam ayat 10–11, pemazmur menyatakan bahwa Tuhan “melepas mata-mata air” ke lembah-lembah dan gunung-gunung, yang menjadi sumber minuman bagi seluruh makhluk hidup, termasuk binatang di padang dan burung-burung di udara. 2. Pekerjaan Tuhan Memberkati ...
Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025
Oleh
Analgin Ginting
Thema: Tetap Kataken Bujur man Dibata Bahan: 1 Tesalonika 5:16–18 " Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." Fakta Nas: Dalam surat ini, Rasul Paulus memberikan tiga instruksi penting kepada jemaat Tesalonika sebagai ekspresi hidup orang percaya yang matang dalam iman: Bersukacitalah senantiasa – Sukacita bukan sekadar emosi, tetapi sebuah keputusan rohani. Tetaplah berdoa – Sebuah ajakan untuk hidup dalam relasi terus-menerus dengan Allah. Mengucap syukurlah dalam segala hal – Menunjukkan respon iman, bukan tergantung pada keadaan. Ketiganya merupakan bagian dari kehendak Allah dalam Kristus Yesus. Arti dan Makna Teologis: Bersukacita senantiasa Sukacita dalam konteks teologis bukan bergantung pada situasi atau emosi, melainkan merupakan buah Roh (Gal. 5:22) yang muncul dari keyakinan bahwa Allah hadir, memelihara, dan berdaulat atas kehidupan. ...
Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025
Oleh
Analgin Ginting
🕊️ Dibaptis Supaya Bersatu dengan Kristus Nas: Roma 6:3–6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (ay. 3) Pengantar Baptisan adalah salah satu sakramen terpenting dalam iman Kristen. Namun, tidak sedikit orang percaya yang memandang baptisan hanya sebagai ritual seremonial . Rasul Paulus menegaskan bahwa baptisan bukan sekadar simbol, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru bersama Kristus . Melalui Roma 6:3–6, Paulus mengingatkan bahwa baptisan menandai kematian manusia lama dan kebangkitan dalam hidup baru . Dengan kata lain, baptisan bukan hanya tanda lahiriah, tetapi transformasi spiritual yang mendalam. Fakta Baptisan Kristen dilandasi pada kematian Kristus. Setiap orang yang dibaptis, sesungguhnya dibaptis dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Baptisan adalah pengalaman dikuburkan bersama Kristus. Melalui baptisan, orang percaya turut mati dan dikuburkan bersama Kristus, agar dapat...
Komentar