Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Catatan Tambahan PJJ 25 - 31 Mei 2025

 Thema:

Mindo Kepentaren ras Pemeteh
(Meminta Kebijaksanaan dan Pengetahuan)

Nas:

2 Tawarikh 1:7–12

Pendahuluan

Setiap pemimpin pasti akan menghadapi titik kritis: ketika tugas begitu besar, pilihan begitu banyak, dan tuntunan ilahi menjadi kebutuhan utama. Salomo, dalam masa awal kepemimpinannya, tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan kebijaksanaan. Inilah inti dari kepemimpinan rohani: menyadari bahwa apa yang paling kita butuhkan bukanlah kekuasaan, tetapi hati yang bijaksana.



Fakta 

1. Tuhan sendiri yang datang kepada Salomo dan menawarkan apa pun yang ia kehendaki. 

2. Dalam responsnya, Salomo tidak mementingkan dirinya, tetapi memohon hikmat untuk memimpin umat Tuhan. 

3.  Ini menyenangkan hati Allah—karena Salomo tidak meminta hal-hal duniawi, Allah bukan hanya memberi hikmat, tetapi juga memberkati Salomo dengan kekayaan dan kemuliaan.

Makna Teologis 

1. Makna  teologis, ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa berinisiatif dalam hidup manusia dan rindu agar manusia meminta sesuatu yang selaras dengan hati-Nya.

2.  Ketika permintaan kita berakar pada kerendahan hati dan tanggung jawab, maka Tuhan akan memberkati melampaui permintaan itu sendiri.

3.  Berkat Tuhan bukan hanya untuk kepuasan manusia, tetapi untuk memuliakan-Nya.

Implementasi

  1. Utamakan hikmat dalam doa: Doa bukan alat untuk memuaskan diri, melainkan sarana memahami kehendak Tuhan.
  2. Pimpin dengan hati, bukan ambisi: Baik sebagai orang tua, presbiter, atau pelayan gereja, kepemimpinan sejati lahir dari hikmat, bukan kekuasaan.
  3. Miliki motivasi yang benar: Mintalah sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan, bukan sekadar menyenangkan diri sendiri.
  4. Belajar dari Salomo: Sebelum meminta apa-apa, sadari dulu siapa Tuhan dan apa panggilan kita di hadapan-Nya.
  5. Terbuka pada berkat tak terduga: Tuhan sering memberi lebih dari yang kita minta, jika permintaan kita memuliakan Dia.

Power Statement

  • Doa yang lahir dari kerendahan hati dan tanggung jawab membuka pintu berkat Tuhan yang tidak terukur.
  • Hikmat lebih bernilai dari kekayaan; dan yang meminta dengan benar akan menerima lebih dari yang diminta.
  • Tuhan tidak hanya menjawab doa kita—Ia memuliakan diri-Nya melalui orang yang meminta sesuai kehendak-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026