Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 31 Agustus – 6 September 2025

Gambar
  Thema: Teman SeKerja ( Teman sada dahin ) Nas: Galatia 2:6–10 Pengantar Perikop ini memperlihatkan dinamika penting dalam kehidupan pelayanan gereja mula-mula. Rasul Paulus menggambarkan bahwa Injil dipercayakan kepada dirinya bagi bangsa-bangsa non-Yahudi, sedangkan kepada Petrus dipercayakan bagi orang Yahudi. Hal ini bukan hasil strategi manusia, tetapi rancangan Allah yang berdaulat. Persatuan pelayanan ditandai dengan jabat tangan sebagai simbol penerimaan dan pengakuan. Di baliknya, tersimpan satu prinsip penting: pelayanan Kristen selalu berakar pada kasih karunia Allah, dilakukan dalam kolaborasi, serta tidak boleh melupakan orang miskin dan yang lemah. Fakta Paulus menegaskan bahwa Allah tidak memandang muka (ay. 6). Hal ini meneguhkan kesetaraan di hadapan Allah, tanpa memandang kedudukan sosial, ekonomi, atau budaya. Para rasul di Yerusalem mengakui dan merestui panggilan Paulus bagi bangsa non-Yahudi (ay. 7–9). Pelayanan Injil dibagi berdasarkan konteks: Pet...

Catatan Tambahan PJJ 25 - 31 Mei 2025

 Thema:

Mindo Kepentaren ras Pemeteh
(Meminta Kebijaksanaan dan Pengetahuan)

Nas:

2 Tawarikh 1:7–12

Pendahuluan

Setiap pemimpin pasti akan menghadapi titik kritis: ketika tugas begitu besar, pilihan begitu banyak, dan tuntunan ilahi menjadi kebutuhan utama. Salomo, dalam masa awal kepemimpinannya, tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan kebijaksanaan. Inilah inti dari kepemimpinan rohani: menyadari bahwa apa yang paling kita butuhkan bukanlah kekuasaan, tetapi hati yang bijaksana.



Fakta 

1. Tuhan sendiri yang datang kepada Salomo dan menawarkan apa pun yang ia kehendaki. 

2. Dalam responsnya, Salomo tidak mementingkan dirinya, tetapi memohon hikmat untuk memimpin umat Tuhan. 

3.  Ini menyenangkan hati Allah—karena Salomo tidak meminta hal-hal duniawi, Allah bukan hanya memberi hikmat, tetapi juga memberkati Salomo dengan kekayaan dan kemuliaan.

Makna Teologis 

1. Makna  teologis, ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa berinisiatif dalam hidup manusia dan rindu agar manusia meminta sesuatu yang selaras dengan hati-Nya.

2.  Ketika permintaan kita berakar pada kerendahan hati dan tanggung jawab, maka Tuhan akan memberkati melampaui permintaan itu sendiri.

3.  Berkat Tuhan bukan hanya untuk kepuasan manusia, tetapi untuk memuliakan-Nya.

Implementasi

  1. Utamakan hikmat dalam doa: Doa bukan alat untuk memuaskan diri, melainkan sarana memahami kehendak Tuhan.
  2. Pimpin dengan hati, bukan ambisi: Baik sebagai orang tua, presbiter, atau pelayan gereja, kepemimpinan sejati lahir dari hikmat, bukan kekuasaan.
  3. Miliki motivasi yang benar: Mintalah sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan, bukan sekadar menyenangkan diri sendiri.
  4. Belajar dari Salomo: Sebelum meminta apa-apa, sadari dulu siapa Tuhan dan apa panggilan kita di hadapan-Nya.
  5. Terbuka pada berkat tak terduga: Tuhan sering memberi lebih dari yang kita minta, jika permintaan kita memuliakan Dia.

Power Statement

  • Doa yang lahir dari kerendahan hati dan tanggung jawab membuka pintu berkat Tuhan yang tidak terukur.
  • Hikmat lebih bernilai dari kekayaan; dan yang meminta dengan benar akan menerima lebih dari yang diminta.
  • Tuhan tidak hanya menjawab doa kita—Ia memuliakan diri-Nya melalui orang yang meminta sesuai kehendak-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025