Featured Post

KHOTBAH MINGGU: 30 AGUSTUS 2026 (Minggu Ke 5, Khotbah Pertua/Diaken)

Gambar
​ Tema: Bapa Yang Takut Kepada Tuhan ( Sentudu ras Tempas Dibata ) Nats Alkitab: Kejadian 1:26–28 ​I. PENDAHULUAN ​Manusia sering lupa bahwa dirinya diciptakan segambar dengan Tuhan ( Imago Dei ). Bahkan, di tengah peradaban modern hari ini, ada kekuatan di dunia yang sangat sistematis dan makin lama makin besar untuk membuat manusia—khususnya para laki-laki dan bapak—melupakan kenyataan agung bahwa dirinya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. ​Ketika seorang bapak kehilangan kesadaran akan identitas Imago Dei dalam dirinya, ia akan kehilangan kompas moral, tujuan hidup, serta kepemimpinan yang berhikmat di dalam keluarga maupun masyarakat. ​II. FAKTA & REALITAS KEKINIAN ​Dunia hari ini menawarkan krisis identitas yang nyata bagi kaum bapak: ​ Materialisme & Sekularisme: Keberhasilan seorang bapak sering kali disempitkan hanya sebatas pencapaian finansial, status sosial, atau jabatan, sehingga tanggung jawab spiritual keluarga terabaikan. ​ Dekonstruksi Peran ...

Catatan Tambahan PJJ 25 - 31 Mei 2025

 Thema:

Mindo Kepentaren ras Pemeteh
(Meminta Kebijaksanaan dan Pengetahuan)

Nas:

2 Tawarikh 1:7–12

Pendahuluan

Setiap pemimpin pasti akan menghadapi titik kritis: ketika tugas begitu besar, pilihan begitu banyak, dan tuntunan ilahi menjadi kebutuhan utama. Salomo, dalam masa awal kepemimpinannya, tidak meminta kekayaan atau umur panjang, melainkan kebijaksanaan. Inilah inti dari kepemimpinan rohani: menyadari bahwa apa yang paling kita butuhkan bukanlah kekuasaan, tetapi hati yang bijaksana.



Fakta 

1. Tuhan sendiri yang datang kepada Salomo dan menawarkan apa pun yang ia kehendaki. 

2. Dalam responsnya, Salomo tidak mementingkan dirinya, tetapi memohon hikmat untuk memimpin umat Tuhan. 

3.  Ini menyenangkan hati Allah—karena Salomo tidak meminta hal-hal duniawi, Allah bukan hanya memberi hikmat, tetapi juga memberkati Salomo dengan kekayaan dan kemuliaan.

Makna Teologis 

1. Makna  teologis, ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa berinisiatif dalam hidup manusia dan rindu agar manusia meminta sesuatu yang selaras dengan hati-Nya.

2.  Ketika permintaan kita berakar pada kerendahan hati dan tanggung jawab, maka Tuhan akan memberkati melampaui permintaan itu sendiri.

3.  Berkat Tuhan bukan hanya untuk kepuasan manusia, tetapi untuk memuliakan-Nya.

Implementasi

  1. Utamakan hikmat dalam doa: Doa bukan alat untuk memuaskan diri, melainkan sarana memahami kehendak Tuhan.
  2. Pimpin dengan hati, bukan ambisi: Baik sebagai orang tua, presbiter, atau pelayan gereja, kepemimpinan sejati lahir dari hikmat, bukan kekuasaan.
  3. Miliki motivasi yang benar: Mintalah sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan, bukan sekadar menyenangkan diri sendiri.
  4. Belajar dari Salomo: Sebelum meminta apa-apa, sadari dulu siapa Tuhan dan apa panggilan kita di hadapan-Nya.
  5. Terbuka pada berkat tak terduga: Tuhan sering memberi lebih dari yang kita minta, jika permintaan kita memuliakan Dia.

Power Statement

  • Doa yang lahir dari kerendahan hati dan tanggung jawab membuka pintu berkat Tuhan yang tidak terukur.
  • Hikmat lebih bernilai dari kekayaan; dan yang meminta dengan benar akan menerima lebih dari yang diminta.
  • Tuhan tidak hanya menjawab doa kita—Ia memuliakan diri-Nya melalui orang yang meminta sesuai kehendak-Nya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026