Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Featured Post

CATATAN KHOTBAH ​Minggu, 25 Oktober 2026

Gambar
 ​ Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) ​ Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 ​ I. PENDAHULUAN   ​Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: ​ Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. ​ Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. ​Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...

Ternyata Negara Yang Paling Kompetitif Di Dunia Mempunyai Sejarah Protestanisme Yang Kuat

Gambar
Apa sumber motivasi Anda untuk bekerja, atau bekerja keras dengan bersungguh sungguh? Apa yang diajari agama atau aliran kepercayaan Anda tentang prinsip bekerja? Di agama Kristen Protestant kami diajari alasan dan tujuan bekerja ialah memenuhi panggilan Allah untuk menekuni suatu profesi tertentu.  Menjalankan profesi bukan lah untuk mencari uang atau mendapatkan   nafkah hidup, namun bekerja menjalankan profesi adalah untuk memperindah kehidupan saat mennanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Orang Kristen Protestan diajari untuk   bekerja dengan jujur, berkualitas, dan memperlakukan pekerjaan itu sebagai sebuah ibadah tanpa memikirkan apa upahnya.   Karena upah bekerja untuk orang percaya   itu sudah disediakan oleh Tuhan Allah.   Bahkan salah satu Firman yang sangat terkenal   dalam perjanjian baru, mengatakan bahwa orang yang bekerja berhak mendapat upah.  Roma   4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak di...

Dulu Dianggap Kasar, Ternyata Candaannya Pun Bisa Membuat Pusing dan Berang

Gambar
Selama ini Ahok dinilai banyak orang sebagai sosok   yang suka ngomong keras, tegas dan kasar. Bahkan “omongan   kasar”     nya Ahok dipakai banyak musuh politiknya untuk menjatuhkan dia.   Bahkan calon Gubernur yang lain dalam Pilkada Jakarta secara sengaja memakai jargon, “Jakarta mengingini pemimpin yang santun”,   sebagai strategi untuk mengalahkan Ahok yang dinilai sebagai pemimpin yang kasar dan bahkan emosional. Namun apa yang terjadi dua hari ini ,   yang membuat Sandiaga Uno sebagai Calon Wagub yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS   berang dan marah tidak datang dari omongan kasar Ahok.   Bahkan Ahok tidak kasar sama sekali, sebab ngomongnya sambil terkekeh. Ahok ngomong sambil terkekeh saat ditanya wartawan mengenai responnya tentang tantangan Sandiaga Uno pembuktian harta terbalik.   Ahok meladeni pertanyaan wartawan dengan jawaban yang panjang lebar, tidak apple to apple, beda pembuktian kekayaan pejabat...