Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (26 Juli s.d. 1 Agustus 2026)

Gambar
 ​ TEMA: Kami Terima Dari Tuhan ( Ialoken Kami Ibas Tuhan Nari ) TEKS: 1 Tawarikh 29 : 14 – 16 ​ "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya." ​1. Pendahuluan ​Bagi orang Karo warga GBKP, kesadaran untuk memberi persembahan pada awalnya relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh latar belakang sejarah pada awal berdirinya GBKP, di mana hampir seluruh kebutuhan operasional dan pelayanan gereja didanai serta disediakan oleh Nederlandsch Zende...

7 Makna Kemenangan Pasangan Terkelin Berahmana Dan Cory Sebayang

Gambar
Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 akan menjadi sejarah yang sangat positif bagi bangsa Indonesia.  Demikian juga untuk masyarakat Karo, dimana Pilkada kemarin bisa menempatkan pasangan Terkelin Berahmana dan Cory Sriwaty Sebayang sebagai pemenang, dimana hal ini  akan dikenang sepanjang masa. Banyak hal, pengalaman dan peristiwa yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dari Pilkada Karo, yang sukses tanpa gangguan yang berarti. Penulis melihat paling tidak ada 7 hal yang dapat dijadikan sebagai pemaknaan terhadap keberhasilan Pilkada Karo tahun 2015 yang mempunyai jumah pemilih sekitar 265.000 jiwa.Mari kita lihat stau persatu. 1.       Ditolaknya politik uang. Pilkada kemarin dapat diyakini sebagai tonggak mulai ditinggalkannya politik uang dalam masyarakat Karo.  Gerakan gerakan untuk menolak politik uang sangat ramai dikumandangkan sekitar 6 minggu sebelum tanggal 9 Desember.  Dimotori oleh GBKP (Gereja Batak Kar...

Pilih Pemimpin Bukan Manager Handal

Gambar
(Lanjutan Sebuah Kisah Memilih Pemimpin)  Banyak yang memilih bahwa calon yang paling bagus menjadi pemimpin adalah pemanah nomor 3.  Sebab dia mampu membidik sasaran, meskipun sasaran itu sedang terbang, atau bergerak cepat.  Kita butuh pemimpin yang mencapai target katanya. Lalu ada lagi yang mencalonkan bahwa pemimpin yang paling baik adalah pemanah nomor 1, karena dia tahu kemampuannya dan kelemahannya.  Dia seorang yang tahu diri, namun tetap masih bisa mencapai sasarannya, begitu argumentasinya. Hampir tidak ada yang mencalonkan pemanah nomor 2 menjadi pemimpin, sebab alasan mereka terlalu percaya diri, bahkan takabur.  Dia memang pandai memanah, dia memang bisa mencapai sasaran, namun kita kita butuh pemimpin yang terlalu sombong, kata hampir semua orang. Bagaimana dengan pemanah nomor empat? Biasanya sekitar 20 persen memilih pemanah yang nomor empat ini sebagai pemimpin.  Alasannya adalah karena dia tidak putus asa, dia tid...

Sebuah Kisah Memilih Pemimpin

Gambar
Inilah sebuah kisah kepemimpinan yang memberi inspirasi kepada banyak  pemimpin di dunia. Tepatnya sebuah kisah tetang   memilih pemimpin.  Tak kurang bekas presiden Amerika Serikat,     FD Rosevelt dalam kesaksiannya mengatakan bahwa kisah ini  banyak sekali mengilhami dirinya saat memimpin Negara Adidaya, Amerika Serikat.  Beginilah kisah yang diambil dari cerita mitologi Yunani.  Konon suatu saat raja meninggal dunia. Raja bijaksana yang meninggal dunia ini tidak mempunyai keturunan/anak seorang pun, sehingga tidak ada yang akan menjadi ahli waris menjadi raja berikutnya.  Lalu dewan istana sepakat untuk memilih pengganti raja berikutnya seseorang dari rakyat sendiri.  Dicarilah pemuda pemuda yang paling hebat dari seluruh pelosok negeri untuk dinominasikan menjadi raja. Ternyata ditemukan 4 orang kandidat yang sama sama kuat dan cerdas sama sama tampan dan usia pun relative masih muda dan merata.  Harus dip...