Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Featured Post

Menara Babel Digital: Membedah Great Reset 2030 dalam Teropong Iman dan Kedaulatan

Gambar
  Oleh Analgin Ginting Pt. Emeritus di GBKP  ​ Pendahuluan: Sebuah Jendela Peluang atau Jerat Tersembunyi? ​Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Pasca-pandemi COVID-19, sebuah narasi besar muncul dari koridor kekuasaan di Davos melalui World Economic Forum (WEF) yang disebut sebagai "The Great Reset". Narasi ini menjanjikan tatanan dunia baru yang lebih adil, hijau, dan berkelanjutan pada tahun 2030, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) milik PBB. ​Namun, bagi mereka yang memiliki ketajaman rohani dan pemahaman akan kedaulatan, janji-janji manis ini menyisakan pertanyaan mendasar: Siapa yang sebenarnya memegang kendali? Dan di manakah posisi Tuhan dalam arsitektur masa depan ini? ​ I. Great Reset: Antara Ambisi Manusia dan Penisbian Tuhan ​Secara teknis, Great Reset adalah upaya merombak total sistem kapitalisme global menjadi "Ekonomi Pemangku Kepentingan" (Stakeholder Capitalism). Tujuannya terdengar mulia: me...

Utang Yang Tak Terlunasi Dalam 1000 Tahun

Gambar
Pernah suatu ketika seorang teman bertanya tentang perbedaan perusahaan swasta nasional dengan perusahaan negara BUMN. Apapun jawaban yang kami berikan ternyata salah dimata dia. Sebab menurut dia jawaban nya lah yang paling tepat. Memang dalam dunia teka teki sipenanyalah yang mempunyai jawaban paling tepat. Hahahaha. Namanya juga teka teki, unsur isengnya lebih kuat daripada unsur lainnya. Menurut si teman ini bedanya adalah : Perusahaan Swasta mempunyai karyawan dengan etos kerja yang tinggi sehingga perusahaan selalu beruntung (profit), namun gaji dan bonus karyawannya hanya sedikit. Perusahaan BUMN, mempunyai karyawan yang cerdik sehingga karyawannya selalu mendapat gaji dan bonus yang tinggi, sedangkan perusahannya selalu rugi dan banyak utang. Hahahahahaha. Utang, ngomong soal utang Bangsa ini membuat bulu kuduk kita berdiri ngeri, meskipun baru membayangkannya saja. Apalagi kalau berusaha mencari jalan keluarnya. Betapa tidak kalau kita simak data data ini : Sumber ...

Antara Rolling Stone dengan The Beatles, Paradigma Orang No 2 di Indonesia.

Gambar
Pernah suatu ketika Kompas mewawancarai seorang top designer mobil mewah BMW dalam kunjungannya ke Jakarta. BMW menurut si designer ini selalu dibawah Mercedes Benz, sama seperi kedudukan Rolling Stone yang selalu dibawah The Beatles. Rolling Stone hebat, penggemar fanatiknya ada diseluruh dunia. Lagu lagunya top hit, di tangga musik dunia. Namun karena jaman nya sama dengan The Beatles, maka dia tetap dibawah. Mick Jagger itu hebat dengan lidah dower nya, tapi tetap dibawah John Lennon. Terimalah kedudukan sebagai no 2, nikmati sajalah. Gapai prestasi setinggi tingginya. Sumber Foto : lintassarkem.blogspot.com Demikian juga BMW, kehebatannya mendunia. Siapapun mengakuinya. Namun tetap menjadi no 2 di bawah Mercedes Benz. Apa boleh buat BMW hanya no 2 dibawah Mercy. Namun tidak berkecil hati, terima lah dan berkreasi dalam kedudukan itu. Kedudukan no 2 pun tetap harus disyukuri dan dimaksimalkan prestasinya. Di Indonesia kedudukan no 2 ini tidak diterima dengan sepenuh hati. D...