Featured Post

BANTULAH KAMI TUHAN, PRESBITER KAMI SEORANG NPD

Gambar
 Oleh   Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Bab 1: Pengantar ​Kepemimpinan dalam institusi keagamaan sering kali dianggap sebagai panggilan suci yang steril dari gangguan kepribadian. Namun, realitas sosiologis menunjukkan bahwa organisasi gereja tidak luput dari dinamika psikologis manusia yang kompleks. Ketika sebuah posisi otoritas moral diduduki oleh individu dengan gangguan kepribadian tertentu, esensi pelayanan dapat bergeser menjadi ajang pemuasan ego pribadi yang merusak sistem. ​Eksistensi Narcissistic Personality Disorder (NPD) di tingkat pimpinan puncak menciptakan tantangan yang unik bagi gereja arus utama. Di satu sisi, pimpinan tersebut sering kali memiliki karisma yang memikat jemaat, namun di sisi lain, terdapat pola perilaku otoriter yang menghancurkan semangat kolektivitas. Ketidakmampuan membedakan antara "suara Tuhan" dan "kehendak pribadi" menjadi garis tipis yang sering dilanggar dalam pola kepemimpinan seperti ini. ​Fenomena ini memerlukan ...

Indonesia Menyatukan Islam Dan Kristen



Bahwa perdebatan sengit antara Kristen dan Islam masih terjadi di Jagad Kompasiana

Saling membela dan saling menyerang, menunjukkan kekuatan dengan cara melemahkan lawan,

Menunjukkan kebenaran dengan cara mencari kesalahan lawan.

Kapan kah ini berakhir? Siapapun tidak bisa menduga dan meramalkan

Dan nampaknya akan terus bergulir, selama Kompasiana ada.


Apakah yang ingin kita cari dari perdebatan melelahkan ini.

Sebuah pengakuan kekalahan dari “lawan” kita kah?

Sebuah “jiwa besar” yang mengatakan agamaku salah, agamamu benar?

Lalu apa arti dan maknanya pengakuan itu?

Apakah sebuah agama lebih benar jika umat agama lain mengatakan seperti itu?

Bukankah hal itu hanya memuaskan emosi kemanusiaan kita saja.

Emosi manusia yang sudah bernoda dan kotor, seperti ramai dikatakan :

Tidak ada yang benar seorang pun tidak, semua manusia sudah jatuh kedalam dosa yang mematikan.


Sahabatku…

Tidak ingatkah kita, bahwa kita beragama A karena lingkungan dan orang tua kita mengajarkan seperti itu.

Atau lupakah kita bahwa semua agama, khususnya Islam dan Kristen adalah kiriman dari luar, yang bukan lahir dari bumi dan tanah Indonesia?

Terlalu bodohkah kita, terlalu manjakah kita, atau terlalu egoiskah kita untuk menemukan sebuah sintesa baru, Islam yang Indonesia atau Kristen yang Indonesia.

Yang mungkin sedikit termodifikasi di dalam ritualnya, tapi tidak dalam inti Teologisnya.

Sebuah Kristen Baru, dan Islam Baru yang hanya ada di Indonesia. Yang bisa hidup damai, dan berdampingan dalam nuansa ikhlas yang saling menguatkan, saling mengasah, dan saling menuntun untuk menemukan kebenaran sejati.



Tidak mungkin kah Islam dan Kristen itu bisa bersatu ketika umatnya masih hidup?

Sebab saya menemukan ada kedamaian dalam sepi yang kekal abadi

Di Pekuburan Patriot Bekasi.

Disana orang-orang Kristen di sebelah kanan, orang-orang Islam di sebelah Kiri.

Ikhlas menyambut sambil bergandengan tangan menyapa siapapun yang datang ziarah.

Tidak pernah mereka bertanya, apa agamamu?



(Sudah di Posting di : http://agama.kompasiana.com/2011/01/06/indonesia-menyatukan-islam-dan-kristen/

Komentar