Featured Post

Inilah Gereja Calvinist Saat Ini

Gambar
  Dialektika Kedaulatan: Evolusi Teologi Reformed dan Manifestasi Gereja yang Tak Kelihatan Pt Em. Analgin Ginting Bab I: Ontologi Pemilihan dan Pergeseran Paradigma dari Klasik ke New Calvinism Akar dari seluruh perdebatan ini terletak pada Decretum Absolutum (Ketetapan Absolut) Allah. Dalam Calvinisme Klasik, sebagaimana dirumuskan dalam Sinode Dordrecht (1618-1619) sebagai respons terhadap kaum Arminian, pemilihan dipahami dalam kerangka hukum perjanjian yang sangat ketat. Lima Poin Calvinisme (TULIP) bukan sekadar akronim, melainkan pagar pelindung bagi kemurnian doktrin kedaulatan. Namun, seiring berjalannya waktu, Calvinisme Klasik sering kali terjebak dalam "intelektualisme kering" di mana kedaulatan Allah dipandang sebagai proposisi logika yang dingin daripada sebuah relasi yang hidup. Memasuki abad ke-21, muncul fenomena yang oleh majalah Time disebut sebagai salah satu ide yang mengubah dunia: New Calvinism. Tokoh-tokoh seperti John Piper dan Timothy Keller tidak me...

Indonesia Menyatukan Islam Dan Kristen



Bahwa perdebatan sengit antara Kristen dan Islam masih terjadi di Jagad Kompasiana

Saling membela dan saling menyerang, menunjukkan kekuatan dengan cara melemahkan lawan,

Menunjukkan kebenaran dengan cara mencari kesalahan lawan.

Kapan kah ini berakhir? Siapapun tidak bisa menduga dan meramalkan

Dan nampaknya akan terus bergulir, selama Kompasiana ada.


Apakah yang ingin kita cari dari perdebatan melelahkan ini.

Sebuah pengakuan kekalahan dari “lawan” kita kah?

Sebuah “jiwa besar” yang mengatakan agamaku salah, agamamu benar?

Lalu apa arti dan maknanya pengakuan itu?

Apakah sebuah agama lebih benar jika umat agama lain mengatakan seperti itu?

Bukankah hal itu hanya memuaskan emosi kemanusiaan kita saja.

Emosi manusia yang sudah bernoda dan kotor, seperti ramai dikatakan :

Tidak ada yang benar seorang pun tidak, semua manusia sudah jatuh kedalam dosa yang mematikan.


Sahabatku…

Tidak ingatkah kita, bahwa kita beragama A karena lingkungan dan orang tua kita mengajarkan seperti itu.

Atau lupakah kita bahwa semua agama, khususnya Islam dan Kristen adalah kiriman dari luar, yang bukan lahir dari bumi dan tanah Indonesia?

Terlalu bodohkah kita, terlalu manjakah kita, atau terlalu egoiskah kita untuk menemukan sebuah sintesa baru, Islam yang Indonesia atau Kristen yang Indonesia.

Yang mungkin sedikit termodifikasi di dalam ritualnya, tapi tidak dalam inti Teologisnya.

Sebuah Kristen Baru, dan Islam Baru yang hanya ada di Indonesia. Yang bisa hidup damai, dan berdampingan dalam nuansa ikhlas yang saling menguatkan, saling mengasah, dan saling menuntun untuk menemukan kebenaran sejati.



Tidak mungkin kah Islam dan Kristen itu bisa bersatu ketika umatnya masih hidup?

Sebab saya menemukan ada kedamaian dalam sepi yang kekal abadi

Di Pekuburan Patriot Bekasi.

Disana orang-orang Kristen di sebelah kanan, orang-orang Islam di sebelah Kiri.

Ikhlas menyambut sambil bergandengan tangan menyapa siapapun yang datang ziarah.

Tidak pernah mereka bertanya, apa agamamu?



(Sudah di Posting di : http://agama.kompasiana.com/2011/01/06/indonesia-menyatukan-islam-dan-kristen/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025