Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP: Menjemput Jati Diri yang Tercecer

Gambar
  Oleh Pt. Em Analgin Ginting Pengantar   Menjelang usia ke-136 pada 18 April 2026, GBKP berdiri di persimpangan jalan yang krusial. Perjalanan ini tidak boleh dilepaskan dari sejarah besar dunia, di mana kita juga dipanggil untuk mengenang kembali peristiwa Reformasi Gereja sekitar 500 tahun yang lalu. Semangat Sola Scriptura, Sola Gratia, dan Sola Fide yang dikobarkan para reformator seharusnya menjadi cermin untuk melihat sejauh mana GBKP hari ini masih setia pada jalurnya, atau justru sedang mengalami pengikisan kualitas teologi dan spiritualitas yang mengkhawatirkan. Krisis integritas kini kian nyata ketika pelayanan mulai bergeser menjadi sekadar karier profesional. Fenomena "urban-sentris" di kalangan pendeta menjadi luka terbuka; di mana hasrat menetap di kota besar demi fasilitas telah menciptakan jurang spiritual dengan jemaat di pelosok desa. Jika desa-desa terpencil yang merupakan rahim sejarah GBKP kini dianggap sebagai "tempat pembuangan", maka kita te...

Karakter : Sitor Situmorang

Gambar
Karakter adalah tambang emas sebenarnya bagi manusia. Tambang emas yang tidak akan pernah merusak lingkungan dan merugikan pihak manapun. Sebab karakter sejatinya berlandas kepada prisnip-prinsip universal seperti integritas, kejujuran, kerendah hatian, kepedulian, rela berkorban, kreatif dan kerja keras. Semakin terbukti, jika karakter membuat seseorang meskipun dihujat dan difitnah dan dipenjarakan, dia tetap saja menjalankan prinsip-prinsip tadi. Bagi saya banyak nama merupakan orang-orang berkarakter, seperti Gandhi, Nelson Mandela, Munir, Rudi Hartono, Iwan Fals, Rendra, Agnes Monica (mungkin) dan seseorang orang tua yang sudah lama saya dengar secara sepintas tapi persinggungan saya dengan dia baru-baru ini saja; Sitor Situmorang. Setelah membaca buku yang berjudul “Menimbang Sitor Situmorang”, yang merupakan tulisan para teman-temannya tentang dirinya, prestasinya dan karakternya tadi, yang di Editori JJ Rizal, dan diterbitkan oleh Komunitas Bambu; pengenalan saya dengan Sit...

TERLAMBAT 30 MENIT, YA SUDAH GAK APA-APA.

Gambar
Di tengah lelah menunggu, tiba-tiba suara petugas itu lantang mengumandang. Tidak terlalu keras, namun cukup tegas mengalirkan pengumumannya : “kepada para penumpang pesawat ...air, dengan nomor penerbangan...dengan tujuan ke Banjarmasin; dikarenakan pesawat terlambat mendarat dari Surabaya, maka penerbangan Anda akan tertunda 20 sampai 30 menit. Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. Atas perhatian Anda sekalian kami ucapkan terima kasih”. Saya mengalami kajadian ini saat mau pergi ke Banjarmasin hari Senen yang lalu. Para penumpang dan saya yang sudah menunggu lebih dari satu setengah jam hanya sempat berguman sebentar, namun setelah itu diam dan pasrah menunggu. Dalam perenungan saya menemukan tiga fenomena dari kejadian sederhana namun cukup sering terjadi. Fenomena pertama adalah; suara petugas yang mengumumkan keterlambatan ini sedikit pun tidak mengandung rasa bersalah. Seolah-olah ini hanya kejadian biasa yang tidak dapat dipungkiri dan tidak ada satupun yang bisa disalahka...

TERIMA KASIH UNTUK GROUP ISPI, PENGEMBANG MUTIARA GADING TIMUR

Gambar
Sebidang tanah yang terletak di jantung Perumahan Mutiara Gading Timur menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai. Menimbulkan kemacetan yang luar biasa jika melintasinya pada hari Sabtu dan Minggu sore. Tanah yang dibiarkan terbuka tersebut tidak hanya menjadi tempat berdagang yang sangat nyaman bagi pedagang kaki lima, namun disisi lain juga menjadi pusat permainan anak. Ketika setiap hari melewati tempat tersebut sempat muncul kekuatiran saya, sebab saya berpikir suatu saat nanti tanah ini akan dibangun dan dijual juga. Saya pada awalnya merasa sangat menyayangkan jika hal ini benar-benar dilaksanakan oleh pengembang. Namun satu minggu terakhir ini saya justru melihat di tengah lapangan ini membentang dari satu sisi ke sisi lain dibangun jalan, namun di ujungnya di pasang palang sehingga tidak bisa dimasuki oleh kenderaan. Berikutnya saya melihat tanaman angsana pun ditanami persis di tengah. Wah, jika kelak tanaman angsana itu telah tumbuh dan besar maka tanah ini akan menja...