Featured Post

Catatan Tambahan PJJ Januari 2026


Galatia 3:26–29

Catatan Tambahan  PJJ  24 - 31 Januari 2026.docx None

Thema :  Satu Dalam Kristus 

A. Pendahuluan (Teologis-Konseptual)

Surat Galatia ditulis Rasul Paulus dalam konteks gereja yang retak oleh perbedaan identitas: etnis, status sosial, dan tradisi keagamaan. Jemaat Galatia mulai terjebak pada pemahaman bahwa keselamatan dan status rohani ditentukan oleh identitas lahiriah, terutama hukum Taurat dan garis keturunan.

Galatia 3:26–29 hadir sebagai pernyataan teologis radikal:

identitas orang percaya tidak lagi ditentukan oleh asal-usul, status sosial, atau jenis kelamin, melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus.

Nas ini bukan hanya ajaran moral tentang toleransi, melainkan fondasi eklesiologi (hakikat gereja) dan antropologi teologis (siapa manusia di hadapan Allah).



B. Fakta Teks (Biblical Facts)

Status baru orang percaya

Paulus menegaskan: “kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus.”

→ Status “anak Allah” bukan warisan biologis, bukan prestasi moral, dan bukan hasil ketaatan hukum, melainkan anugerah yang diterima melalui iman.

Baptisan sebagai identitas eksistensial

Ungkapan “mengenakan Kristus” menunjukkan perubahan identitas, bukan sekadar ritual. Baptisan adalah tanda masuk ke dalam kehidupan Kristus, bukan sekadar keanggotaan sosial gereja.

Pembongkaran hierarki sosial-religius

Paulus menyebut tiga pembelahan utama dunia kuno:

Yahudi – Yunani (etnis & agama)

Hamba – merdeka (ekonomi & status sosial)

Laki-laki – perempuan (gender & peran sosial)

Semuanya dinyatakan tidak lagi menentukan nilai manusia di dalam Kristus.

Warisan Abraham diperluas

Keturunan Abraham tidak lagi eksklusif etnis, melainkan inklusif melalui iman.

C. Arti dan Makna Teologis (Pendalaman Mendasar)

1. Teologi Anak Allah (Adoption Theology)

Secara teologis, iman kepada Kristus mengubah status manusia:

Dari ciptaan → anak

Dari orang luar → ahli waris

Dari objek hukum → subjek kasih

Ini menegaskan bahwa martabat manusia bersumber dari relasinya dengan Allah, bukan dari institusi sosial.

2. Teologi Kesetaraan di Dalam Kristus

Ungkapan “kamu semua adalah satu di dalam Kristus” tidak menghapus perbedaan biologis atau sosial, tetapi menghapus hierarki nilai.

Artinya:

Tidak ada manusia kelas satu dan kelas dua di hadapan Allah

Tidak ada jabatan rohani yang lebih “sakral” secara ontologis

Pelayanan bukan soal dilayani, tetapi partisipasi dalam karya Kristus

Ini sangat relevan bagi gereja agar tidak jatuh pada:

Elitisme rohani

Klerikalisme berlebihan

Diskriminasi gender dalam pelayanan

3. Teologi Perjanjian: Abraham dan Gereja

Paulus menafsirkan Abraham secara kristologis:

Abraham bukan simbol eksklusivitas

Abraham adalah figur iman dan janji

Maka, siapa pun yang berada “di dalam Kristus”:

Menjadi bagian dari sejarah keselamatan

Menjadi pewaris janji Allah

Dipanggil hidup dalam iman, bukan kebanggaan identitas

Pernyataan senina sangat tepat:

👉 Agama tidak perlu diperdebatkan, yang menentukan adalah iman kepada Kristus.

D. Implementasi / Penerapan Kontekstual

1. Dalam Kehidupan Jemaat

Menghargai semua warga jemaat tanpa melihat latar belakang sosial

Menghindari bahasa dan sikap eksklusif dalam gereja

Membina budaya saling melayani, bukan saling menuntut

2. Dalam Pelayanan Gereja

Memberi ruang pelayanan setara bagi laki-laki dan perempuan

Menilai panggilan berdasarkan karakter dan iman, bukan status

Menjadikan gereja ruang aman bagi semua orang yang bertumbuh

3. Dalam Kehidupan Sosial

Gereja hadir sebagai komunitas pemersatu

Orang Kristen dipanggil menjadi jembatan, bukan tembok

Identitas Kristus lebih utama daripada identitas golongan

E. Power Statement (Penegasan Iman)

“Di dalam Kristus, saya bukan dinilai dari siapa saya dahulu,melainkan dari siapa saya sekarang sebagai anak Allah. Saya dipanggil bukan untuk dibedakan, tetapi untuk dipersatukan,  bukan untuk dilayani,  melainkan untuk melayani bersama Kristus.”

Penutup

Galatia 3:26–29 adalah jantung teologi gereja yang sehat:

iman yang membebaskan, kasih yang menyatukan, dan panggilan yang memanusiakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025