Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Featured Post

Inilah 10 Pecatur Terbesar Dari Suku Karo

Gambar
Sejarah tentang kehebatan catur Suku Karo bisa diawali dari   Si Narsar yang mampu menahan remis mantan Juara Dunia Catur asal Belanda, Max Euwe , pada era 1920-an merupakan salah satu catatan emas paling monumental dalam histori percaturan Tanah Karo dan Indonesia. ​Sesuai dengan fakta sejarah dan tingkatan prestasi tersebut, berikut adalah daftar 10 Legenda dan Pecatur Terbesar dari Suku Karo. ​ 1. Si Narsar (Sutan Perang / Legenda Pelopor Era 1920-an) ​ Status: Legenda Utama & Maestro Klasik Karo ​ Pencapaian Kunci: Tokoh jenius catur asal Tanah Karo yang mencatatkan sejarah legendaris saat bertanding melawan Max Euwe (yang kelak menjadi Juara Dunia Catur ke-5) pada era 1920-an di Medan/Sumatra dan berhasil menahan remis . Pertandingan ini membuktikan secara internasional betapa tingginya kapasitas taktis alami yang dimiliki oleh pecatur Karo sejak zaman kolonial. ​ 2. GM Cerdas Barus ​ Gelar: Grandmaster (GM) ​ Pencapaian Kunci: Meraih medali emas papa...

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

KHOTBAH MINGGU 28 DESEMBER 2025

Gambar
“Ceritakan Perbuatan-Nya Kepada Semua Bangsa” ( Turiken Perbahanen-Na Ku Kerina Bangsa) Nas: Mazmur 105:1–10 Pendahuluan Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, kita tiba di minggu terakhir tahun 2025 —sebuah ambang waktu antara yang telah berlalu dan yang akan kita masuki . Pada saat seperti ini, Gereja tidak pertama-tama diajak menghitung kegagalan, keberhasilan, atau statistik kehidupan, melainkan mengingat perbuatan Tuhan . Mazmur 105 bukanlah nyanyian nostalgia, tetapi mazmur kesaksian iman . Pemazmur mengajak umat Allah untuk bersyukur, bernyanyi, mencari Tuhan, dan menceritakan perbuatan-Nya —bukan hanya di dalam komunitas iman, tetapi kepada segala bangsa . Dengan kata lain, ingatan iman (remembering) melahirkan kesaksian publik (witnessing) . Fakta Alkitabiah Mazmur 105 ditulis dalam konteks umat Israel yang sedang menghidupi identitas perjanjian . Mazmur ini mengingatkan bahwa: Allah adalah Allah yang bertindak dalam sejarah , bukan Allah yang jauh dan pas...

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Gambar
  (Markus 16:15; 1 Pet 2:9-10) Ceramah utuk Konvent Pendeta GBKP Wilayah 4 (7 Nov.2025) Pdt.Prof.Dr.Risnawaty Sinulingga MT.h Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan untuk kesempatan berharga saat ini dalam menyampaikan ceramah tentang visi baru gereja GBKP. Ceramah ini disampaikan menurut perumusan visi, dianalisa berdasarkan teks acuan (Markus 16:15 dan 1 Petrus 2:9-10), dibandingkan dengan panggilan gereja dalam Tata Gereja GBKP. Rumusan visi dan panggilan GBKP yang sedikit berbeda dengan teks acuan Alkitab, menunjukkan bahwa GBKP memiliki landasan dogmatis yang cukup kuat dalam perumusan vissi ini. Dalam bagian pertama ceramah, akan dipaparkan makna kata-kata dalam visi yaitu “Menjadi Keluarga Allah yang Diutus”, “Untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia” dan “Bagi seluruh Ciptaan”. Penjelasan ini penting bukan saja karena merupakan bagian dari visi GBKP, tetapi karena adanya perbedaan dengan kalimat teks Alkitab (“…beritakanlah Injil kepada segala makhluk…”) dan panggi...