Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (25 – 31 Oktober 2026)

Gambar
​ Tema: Konfesi Kedatangan Jesus Kembali ( Konfesi Kerehen Jesus Mulihken / Advent ) Teks Alkitab: Matius 24:36–44 ​ Pendahuluan ​Kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ( Eskaton / Parousia ) merupakan puncak pengharapan iman Kristen. Namun, Alkitab secara tegas menegaskan bahwa waktu kedatangan-Nya dipagari oleh rahasia kedaulatan ilahi. Ketidakpastian waktu ini bukanlah alasan bagi gereja untuk bersikap apatis, melainkan pendorong teologis untuk senantiasa hidup dalam kesiapsiagaan iman. Eskatologi Kristen tidak mengajarkan spekulasi tanggal, melainkan transformasi cara hidup di tengah dunia yang terus berjalan. ​ Fakta ​ Ketahuannya Waktu Hanya pada Bapa: Tidak ada seorang pun—bahkan malaikat maupun Anak—yang tahu hari dan saat kedatangan-Nya, melainkan hanya Bapa. ​ Kondisi Zaman Nuh sebagai Ilustrasi: Manusia sebelum air bah hidup dalam rutinitas wajar (makan, minum, kawin) namun abai terhadap peringatan ilahi hingga kebinasaan datang mendadak. ​ Pemisahan ya...

SETIA

Gambar
Kekristenan yang sebenarnya adalah sebuah kesetiaan.   Sebab kita tidak mungkin menjadi kristen yang sejati dan   sesungguhnya kalau kita tidak setia.    Contoh contoh bisa kita lihat dari kehidupan para nabi dan tokoh tokoh Alkitab.    Beberapa diantaranya adalah Rut yang setia kepada Naomi ibu mertuanya.   Daniel yang setia menyembah Tuhan meskipun dimasukkan kedalam bara api.   Abraham yang setia mempersembahkan Ishak anak kandungnya ketika diminta Tuhan. Elia yang setia meskipun diuber uber pasukan kerajaan yang ingin membunuhnya. Hosea yang setia menuruti perintah Tuhan untuk mengawini perempuan sundal, dan banyak lagi.  Kesetiaan mengikut Yesus haruslah ditempatkan sebagai makna paling penting dalam kehidupan kita di jaman sekarang.   Untuk dapat setia kepadaNYA memang sebuah pekerjaan yang amat sulit dan payah, akan tetapi jika seseorang mampu mempraktekkannya maka kepuasan hidup pastilah diperoleh.   Nas K...

Hutang 100 Triliun Rupiah Tidak Seberat Dosa

Gambar
Hutang dapat dilunasi hanya dengan sebuah perkataan.   Seberapa besar pun utang kita kepada seseorang, apakah sejuta rupiah, sepuluh juta, seratus juta, satu Milyard atau bahkan 100 Triliun rupiah, akan lunas kalau siorang tempat kita berutang mengatakan utangmu lunas.   “Kuapus maka lanai lit utangndu asakai pe man bangku” nina,   emaka enggo lunas utangndu.     Hutang adalah sebuah keadaan hubungan atau kualitas hubungan antara seorang yang berhutang dengan seorang yang memberi hutang.   Proses berhutang   terjadi karena adanya hubungan saling percaya, atau hubungan mengasihi.     Namun siterhutang dalam perjalanan waktu tidak bisa mengembalikan uang atau barang pinjaman yang telah dia janjikan.    Dia tidak dapat menepati sasaran pembayarannya.    Lalu terbitlah hutang.   Manusia berhutang kepada manusia yang kedududukannya sama dihadapan Allah. Dosa adalah ketidak mampuan manusia hidup dala...