Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 26 April - 2 Mei 2026

Gambar
  Allah Yang Awal dan Akhir: Kompas Iman di Tengah Badai Dunia ​ I. Pengantar: Menghadapi Narasi Ketakutan Dunia ​Dunia hari ini seolah sedang merawat ketakutan massal. Krisis global, ketidakpastian ekonomi, dan dominasi narasi dari "orang-orang kuat" dunia menciptakan atmosfir kecemasan yang mencekam. Namun, teks Wahyu 1:4-8 hadir bukan sekadar sebagai pengingat sejarah, melainkan sebagai pernyataan apokaliptik yang 100% relevan dengan realitas saat ini. Di tengah gempuran kuasa duniawi yang fana, kita dipanggil untuk mengalihkan pandangan kepada Satu Kuasa yang absolut dan kekal, menjadikannya satu-satunya panduan utama dalam langkah hidup sehari-hari. ​ II. Fakta Alkitabiah (Wahyu 1:4-8) ​Berdasarkan nas tersebut, terdapat beberapa pilar fakta yang mengukuhkan posisi umat beriman: ​ Sumber Damai: Salam kasih karunia datang dari Allah Tritunggal—Dia yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang; dari tujuh roh di hadapan takhta-Nya; dan dari Yesus Kristus. ​ ...

SETIA

Gambar
Kekristenan yang sebenarnya adalah sebuah kesetiaan.   Sebab kita tidak mungkin menjadi kristen yang sejati dan   sesungguhnya kalau kita tidak setia.    Contoh contoh bisa kita lihat dari kehidupan para nabi dan tokoh tokoh Alkitab.    Beberapa diantaranya adalah Rut yang setia kepada Naomi ibu mertuanya.   Daniel yang setia menyembah Tuhan meskipun dimasukkan kedalam bara api.   Abraham yang setia mempersembahkan Ishak anak kandungnya ketika diminta Tuhan. Elia yang setia meskipun diuber uber pasukan kerajaan yang ingin membunuhnya. Hosea yang setia menuruti perintah Tuhan untuk mengawini perempuan sundal, dan banyak lagi.  Kesetiaan mengikut Yesus haruslah ditempatkan sebagai makna paling penting dalam kehidupan kita di jaman sekarang.   Untuk dapat setia kepadaNYA memang sebuah pekerjaan yang amat sulit dan payah, akan tetapi jika seseorang mampu mempraktekkannya maka kepuasan hidup pastilah diperoleh.   Nas K...

Hutang 100 Triliun Rupiah Tidak Seberat Dosa

Gambar
Hutang dapat dilunasi hanya dengan sebuah perkataan.   Seberapa besar pun utang kita kepada seseorang, apakah sejuta rupiah, sepuluh juta, seratus juta, satu Milyard atau bahkan 100 Triliun rupiah, akan lunas kalau siorang tempat kita berutang mengatakan utangmu lunas.   “Kuapus maka lanai lit utangndu asakai pe man bangku” nina,   emaka enggo lunas utangndu.     Hutang adalah sebuah keadaan hubungan atau kualitas hubungan antara seorang yang berhutang dengan seorang yang memberi hutang.   Proses berhutang   terjadi karena adanya hubungan saling percaya, atau hubungan mengasihi.     Namun siterhutang dalam perjalanan waktu tidak bisa mengembalikan uang atau barang pinjaman yang telah dia janjikan.    Dia tidak dapat menepati sasaran pembayarannya.    Lalu terbitlah hutang.   Manusia berhutang kepada manusia yang kedududukannya sama dihadapan Allah. Dosa adalah ketidak mampuan manusia hidup dala...