Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

SETIA

Gambar
Kekristenan yang sebenarnya adalah sebuah kesetiaan.   Sebab kita tidak mungkin menjadi kristen yang sejati dan   sesungguhnya kalau kita tidak setia.    Contoh contoh bisa kita lihat dari kehidupan para nabi dan tokoh tokoh Alkitab.    Beberapa diantaranya adalah Rut yang setia kepada Naomi ibu mertuanya.   Daniel yang setia menyembah Tuhan meskipun dimasukkan kedalam bara api.   Abraham yang setia mempersembahkan Ishak anak kandungnya ketika diminta Tuhan. Elia yang setia meskipun diuber uber pasukan kerajaan yang ingin membunuhnya. Hosea yang setia menuruti perintah Tuhan untuk mengawini perempuan sundal, dan banyak lagi.  Kesetiaan mengikut Yesus haruslah ditempatkan sebagai makna paling penting dalam kehidupan kita di jaman sekarang.   Untuk dapat setia kepadaNYA memang sebuah pekerjaan yang amat sulit dan payah, akan tetapi jika seseorang mampu mempraktekkannya maka kepuasan hidup pastilah diperoleh.   Nas K...

Hutang 100 Triliun Rupiah Tidak Seberat Dosa

Gambar
Hutang dapat dilunasi hanya dengan sebuah perkataan.   Seberapa besar pun utang kita kepada seseorang, apakah sejuta rupiah, sepuluh juta, seratus juta, satu Milyard atau bahkan 100 Triliun rupiah, akan lunas kalau siorang tempat kita berutang mengatakan utangmu lunas.   “Kuapus maka lanai lit utangndu asakai pe man bangku” nina,   emaka enggo lunas utangndu.     Hutang adalah sebuah keadaan hubungan atau kualitas hubungan antara seorang yang berhutang dengan seorang yang memberi hutang.   Proses berhutang   terjadi karena adanya hubungan saling percaya, atau hubungan mengasihi.     Namun siterhutang dalam perjalanan waktu tidak bisa mengembalikan uang atau barang pinjaman yang telah dia janjikan.    Dia tidak dapat menepati sasaran pembayarannya.    Lalu terbitlah hutang.   Manusia berhutang kepada manusia yang kedududukannya sama dihadapan Allah. Dosa adalah ketidak mampuan manusia hidup dala...