Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Juni 2026

Gambar
Thema : Beluh Muat Ukur (Mudah Mendapatkan Rasa Empati Orang Lain) Nas : 1 Timotius 5 : 1-7  ​A. PENDAHULUAN & FAKTA BERKAITAN NAS ​Mendapatkan empati dan respek dari orang lain—atau yang dalam kearifan lokal kita sebut beluh muat ukur —bukanlah sebuah keterampilan manipulatif untuk mencari simpati demi keuntungan pribadi, melainkan buah dari ketulusan hidup yang berakar pada kasih Kristus. Sering kali kita terjebak menuntut untuk dipahami dan dihormati terlebih dahulu oleh orang-orang di sekitar kita, baik oleh pasangan, anak, orang tua, maupun sesama jemaat. Namun, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menegaskan bahwa beluh muat ukur hanya bisa lahir ketika kita memiliki kerendahan hati untuk terlebih dahulu menanggalkan keegoisan, peduli pada kerapuhan sesama, dan berkomitmen mendahulukan kepentingan orang lain dengan penuh kemurnian. ​Di tengah realitas kehidupan modern yang cenderung individualistis dan transaksional, kemampuan untuk merengkuh empati sesama menjadi tantanga...

FILOSOFI BERNYANYI. Catatan Tambahan PJJ 3 – 09 Mei 2020


Masmur 92 : 1 – 5
Thema : Rende Meritaken Keleng Ate Dibata

92:1     Ende-enden tupung wari Sabat.
92:2     O TUHAN , seh riahna ngataken bujur man baNdu, janah rende muji Kam, o Dibata si Meganjangna;
92:3     meritaken keleng ateNdu erpagi-pagi, dingen pertetapNdu tupung berngi,
92:4     janah ngkuit gitar si sepuluh tinali, rikut ras gambus ras kulcapi.
92:5     Sabap perbahanenNdu kap si pegedang ukurku, erkiteken perbahanenNdu, aku rende alu meriah.

FAKTA

1.     Kita bisa  melihat dan mendapatkan filosofi bernyanyi  dalam perikop bacaan dari Masmur 92 ini. Bahwa bernyanyi itu dilakukan pada saat hari sabat, pada saat kita semua diam di rumah merenungkan semua kebaikan Tuhan.

2.      Ukur Meriah, Hati Yang Gembira muncul saat mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, dan akan muncul lagu/nyanyian kepada TUhan Yang Maha Tinggi. Jika hati sudah bersyukur dan Kidung Pujian sudah terbit di mulut, maka akan keluar kata kata tentang Kasih sayang Tuhan di pagi hari, dan Kesetian Tuhan di malam hari.  Nyanyian dilantunkan diringi gitar gambus dan kulcapi

3.     Perbuatan Tuhan  yang memanjangkan harapan dan perbuatan Tuhan lah sumber segala nyanyian kegembiraan.



ARTI

1.      Kita bernyanyi bukan karena banyak barang dan perut kenyang yang kita miliki.  Kita bernyanyi bukan karena harta dan benda benda perhiasan banyak di rumah kita, namun kita bernyanyi pada saat ada rasa ingin mengucap syukur kepada Tuhan.  Ucapan syukur kepada Tuhan tidak lah muncul karena barang barang, karena uang, karena hal hal duniawi yang lain.  Namun ucapan syukur muncul saat ada kesadaran bahwa kita memiliki Tuhan  yang hidup dan Maha Besar.  Bagi Tuhan barang barang dan benda benda itu hanya sebesar satu ucapan saja.

2.      Kasih  Sayang Tuhan kepada manusia itu muncul dari pagi hari, bahkan selalu baru. Dan semua kasih sayangNya DIA berikan dengan setia kepada Orang Yang Bersyukur kepadaNya.  Tuhan mengasihi dan memberikan kesetiaaNYA kepada orang yang bersyukur kepadaNYA.  Jadi saat tidak memiliki apa apa, bersyukur lah kepada Tuhan, maka segera Dia akan memberikan Kasih SetiaNYA.

3.      Orang yang putus asa, orang yang patah semangat adalah orang yang tidak pernah bersyukur.  Orang yang panik, orang yang kehilangan arah, orang yang jadi pemurung, orang yag tidak tulus, orang yang tidak pernah bergembira, dan orang yang tidak bisa  bernyanyi adalah orang yang tidak bersyukur kepada Tuhan.  Harapan ada bagi setiap orang yang ingat, sadar dan percaya kepada Tuhan. Maka  mengucap syukur lah, maka bernanyilah menyampaikan kasih sayang Tuhan di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.



PENGKENAINA

1.      Siapapun bisa  menjadi pembawa berita tentang Kasih Sayang Tuhan  asal dia bersyukur kepada Tuhan. Siapapun bisa  menjadi Pekabar Injil, asal Dia bersyukur kepada Tuhan.  Maka bersyukurlah dan bernyanyllah secara tulus dan murni menyatakan semua kebaikan Tuhan.

2.      Dalam suasana pandemik saat ini pun kita tetap sukacita, karena banyak hal.  Kita tidak pernah ditinggalkan Tuhan.  Ketika kita tidak bisa  ke gereja atau ke PJJ/PA,  TUHAN sendiri yang datang ke rumah kita menjenguk dan mengunjungi kita melalui sapaan kesetiaanNYA dalam bentuk ibadah Live Streaming.  Tuhan tetap dekat dengan kita.

3.      Bernyanyilah dan besyukurlah, maka hati yang gembira yang muncul akan   membuat ide ide kreatif inovatif ndu muncul. Lewat Pandemik ini maka nanti kam dan saya sudah punya ide baru yang bisa diimplementasikan.  Puji Tuhan.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025