Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

SUMBER PENGAJARAN PERSEMBAHAN Catatan Tambahan PJJ 17 - 23 Mei 2020

Gambar
Imamat 1 : 1-3 Thema : Arus Mpersembahken Si Mehulina 1:1         Ilebuh TUHAN Musa i bas Kemah Perjumpan nari, jenari iberekenNa aturen-aturen si tersena enda, 1:2         gelah ipatuhi kalak Israel sanga ia mpersembahken persembahenna. Ise atena mpersembahken asuh-asuhen, banci ipersembahkenna: lembu, biri-biri, tah pe kambingna. 1:3         Adi atena lembu ipersembahkenna jadi sada persembahen tutungen, arus ipersembahkenna jenggi lembu si mejilena kal. Lembu e arus ipersembahkenna i bas dalan bengket ku bas Kemah Perjumpan, gelah ialoken TUHAN ia. FAKTA 1.               Tuhan memanggil Musa untuk memberikan aturan aturan kepada Bangsa Israel, termasuk aturan dalam meberikan persembahan. 2.              Tuhan memberikan kebebasan kepada Bangsa Israel untuk mempersembahkan lembunya, kambing nya atau dombanya. 3.   ...

FILOSOFI BERNYANYI. Catatan Tambahan PJJ 3 – 09 Mei 2020

Gambar
Masmur 92 : 1 – 5 Thema : Rende Meritaken Keleng Ate Dibata 92:1     Ende-enden tupung wari Sabat. 92:2     O TUHAN , seh riahna ngataken bujur man baNdu, janah rende muji Kam, o Dibata si Meganjangna; 92:3     meritaken keleng ateNdu erpagi-pagi, dingen pertetapNdu tupung berngi, 92:4     janah ngkuit gitar si sepuluh tinali, rikut ras gambus ras kulcapi. 92:5     Sabap perbahanenNdu kap si pegedang ukurku, erkiteken perbahanenNdu, aku rende alu meriah. FAKTA 1.       Kita bisa   melihat dan mendapatkan filosofi bernyanyi   dalam perikop bacaan dari Masmur 92 ini. Bahwa bernyanyi itu dilakukan pada saat hari sabat, pada saat kita semua diam di rumah merenungkan semua kebaikan Tuhan. 2.       Ukur Meriah , Hati Yang Gembira muncul saat mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, dan akan muncul lagu/nyanyian kepada TUhan Yang Maha Tinggi. ...