Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026

Gambar
  Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo) ​Bacaan Utama: Titus 2:1–8 ​1. Pendahuluan ​Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan. ​Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat . ​2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat. ​Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia. ​3. Arti dan Makna Teologis ​Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran. ​Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu...

Rugi Buang Air Besar di WC



Sebuah tindakan sangat simpatik dipraktekkan supporter Tim Jepang di Piala Dunia tahun 2018 di Rusia.  Setelah selesai pertandingan mereka mengumpulkan sampah sampah, dan meninggalkan stadion dalam keadaan kinclong, bersih dan rapi. 

Tidakan menjaga kebersihan ini bukan hanya tindakan suatu ketika atau sekali sekali,  melainkan sebuah kebiasaan yang bisa dilihat diseluruh property atau pabrik pabrik yang dikelola oleh Jepang?
Bagaima dengan Bangsa lain, atau suku lain? Dalam piala dunia ini, tidak  ada khabar  tentang suporter Tim Negara lain, sehingga bisa disimpulkan bahwa Hanya Bangsa Jepang yang terkenal dengan prilaku menjaga kebersihan. 

Betolak belakang dengan bangsa Jepang adalah Suku Karo.  Maaf untuk melakukan oto kritik terhadap kebiasaan kita sebagai kalak karo.

Datanglah ke jambur jambur setelah selesai acara peradatan. Maka anda akan melihat lautan sampah dimana mana.  Jorok.  Tidak ada niat sedikit pun untuk meninggalkan jambur dalam keadaan bersih.
Lihat lah jalanan antara Medan dan Berastagi, dipinggir jalan sampah sampah organic dan non organik  berceceran  dan menumpuk dimana mana.  LIhatlah  kota Kabanjahe, tempat tempat wisata, tempat tempat pelayanan umum.  Untuk lebih tepatnya  nya, lihat lah WC nya…Jorok dan bau pesing.    

Rumah adat Batak Karo, dengan Ture atau beranda di depan pintu masuk.


Sampai sejauh ini boleh dikatakan bahwa kita Suku  Karo adalah salah satu yang paling tidak sadar menjaga kebersihan.  Maka tidak heran bahwa setelah selesai  sebuah perhelatan sampah berjubel, serta tidak sulit  untuk menebak, siapa yang barusan berpesta atau berhelat dari sampah yang ditinggalkan. Hahahaha.

Konon dijaman dulu, di kampung kampung suku karo, bahwa  ada pemikiran rugi kalau buang air besar di WC.  Akibatnya suku karo pada jaman dulu tidak mengenal WC.   Mengapa Rugi ? Sebab kalau buang hajat di WC, tidak ada makanan babi.  Hahahaha.

Orang Karo jaman dulu, jika membuang air besar, cukup pergi ke Ture (beranda rumah adat Karo, siwaluh jabu).  Tinggi Ture ini dari tanah, lebih kurang 2 meter.  Dan dibawah rumah adat ini biasa dipakai sebagai kandang ternak, khususnya babi.  Nah ketika seseorang buang air besar di Ture, maka dibawahnya sudah menanti ternak babi yang akan melahap lezaat makanan dari atas itu.

Jangan jangan kebiasaan ini  yang menjadikan Suku Karo  sulit menjaga kebersihan.  Uga akapndu yah…?????

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026