Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 – 18 Juli 2026

Gambar
 ​ Thema : Dunia Orang Mati (Doni Kalak Mate) Nats : Ayub 14 : 13 ​ "Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" ​ Pendahuluan ​Kitab Ayub sering kali membawa kita ke dalam perenungan yang sangat dalam mengenai penderitaan dan batas eksistensi manusia. Dalam Ayub 14, Ayub sedang meratapi betapa singkat dan penuh sesaknya hidup manusia di bumi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan tekanan emosional yang hebat, Ayub tidak melihat kematian sebagai akhir dari segalanya atau sebagai hukuman yang membinasakan, melainkan sebagai sebuah tempat perlindungan sementara yang misterius di hadapan Allah.  Secara teologis, kematian sering kali disalahpahami hanya sebagai upah dosa atau sekadar akhir tragis dari biologis manusia. Namun, melalui kacamata iman, teologi kematian ( theology of death ) menyingkapkan bahwa maut telah ditundukkan di bawah kedaulatan Alla...

Dua Tulisan Maha Hebat Tentang Sthepen Hawking.

Gambar
Tulisan Pertama Oleh Jansen Sinamo Guru Ethos. STEPHEN HAWKING yang meninggal pagi ini dan menjadi trending topic sepanjang hari sungguh adalah celebrity sejati; dalam hal ini ia setaraf dengan Einstein bahkan lebih. Bukunya The Brief History of Time terjual 10 juta lebih, tak terdekati ilmuwan manapun sepanjang sejarah. Secara prestasi kefisikaan dalam 50 tahun terakhir, banyak yang melampaui Hawking, terutama para pemenang Hadiah Nobel seperti Steven Weinberg dan Samuel Perlmutter misalnya. Meski kuyup dengan penghargaan fisika lain namun Hawking belum qualified mendapat Hadiah Nobel. Apa yang dikerjakan Hawking adalah elaborasi Teori Einstein, khususnya soal black hole yang dikerjakannya bersama Roger Penrose. Ini tidak mengecilkan Hawking, karena jika ada 10 fisikawan terbesar sesudah Einstein, fisikawan berkursi roda ini pastilah termasuk. Yang membuatnya besar, dalam hal ini bahkan lebih besar dari Einstein, adalah semangat juangnya yang tiada tara. K...

Djarot Sihar Unggul Dalam 25 Kriteria

Gambar
Kita semua dituntut memilih secara cerdas, agar   calon yang kita pilih benar benar sesuai harapan kita bisa membuat perubahan dan membawa rayat kepada kebaikan dalam Pilkada tahun ini.   Memilih dengan cerdas pada pratekknya adalah memilih calon yang mempunyai karakter dan kompetesi khusus sebagai pemimpin apakah jadi gubernur, walikota atau bupati.   Syaratnya disini kita harus benar benar mengenal calon yang kita pilih dan mengolahnya   dengan analisa pengambilan keputusan.  Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar pilihan yang kita buat benar benar objektif dan sesuai dengan karakter, kepribadian dan kompetensi calon yang kita pilih . Langkah pertama dalam hal ini kita (pemilih)     harus mengenal calon calon yang ada dengan cara mengumpulkan segala informasi. Ketiga Pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara 2018 Dalam Pilkada Gubernur Sumatra Utara 2018, ada dua pasang yang sudah resmi diputuskan KPUD Sumatr...