Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Dipermainkan Oleh Kematian

Gambar
Perhatikanlah wajah orang tua diatas. Lalu cobalah berempati kepadanya, rasakanlah apa yang dia rasakan, dan pikirkanlah apa yang dia pikirkan.  Dengarkan suara hati Anda, apa yang dia katakan? Kalau belum terdengar pandang lagi lah wajah nenek ini, coba pergermet kan kemana pandangannya. ( pergermet   adalah kosakata Suku Karo yang artinya perhatikan dengan sungguh sungguh) Apa makna dan kemana pandangan Nenek Karo diatas? Nampaknya tatapannya kosong, arah pandangannya jelas, namun tidak mempunyai tujuan.  Apa yang dia rasakan saat memandang itu adalah sebuah kepasrahan sungguh sungguh. Dia pasrah kepada kehidupan yang yang dianugerahkan kepadanya.  Dan foto ini adalah sebuah momentum, saat seseorang memberi penghayatan paling dalam mengenai kehidupan, khususnya kepada salah satu esensi hidup yang disebut dengan penderitaan. Nenek diatas sebenarnya sedang mengalami sebuah penderitaan, penderitaan yang teramat besar yang sangat sulit untuk disampaikan d...

Budaya Bukan tuhan, Tapi Berasal Dari Tuhan

Gambar
Semua budaya mempunyai tujuan yang baik.  Baik untuk manusia individu yang memerankannya maupun baik juga untuk sekelompok masyarakat yang membudayakannya.  Mengapa baik, karena memang sejak awal ditujukan demi kebaikan manusia, dan karena manusia itu sendiri diciptakan menurut Gambar Allah yang Maha Baik. Rupa dan bentuk manusia itu diciptakan dengan gagasan Tuhan sendiri (segambar dengan Tuhan).  Lalu Tuhan memesankan kepada manusia agar menguasai alam semesta dan mengupayakan biji bijian makanannya dengan cara berbudaya pula (budaya kerja dan budaya makan). Budaya yang baik adalah budaya yang dikehendaki Tuhan.  Budaya yang dikehendaki Tuhan adalah budaya yang berlandaskan kasih; kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia. Semua kebudaayaan akan menjadi baik jika dalam mempraktekkannya (berfikir, berkata-kata, bertindak) selalu yang baik baik saja. Budaya menjadi tidak baik, jika pada saat praktek atau bertindak bukan lagi dilandasai...