Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Featured Post

Kisah Pertandingan Catur Bobby Fischer Dengan Boris Spassky, Sejarah Terbesar Pada Catur Dunia

Gambar
  Diterjemahkan Dari Space Daily Selama 24 tahun, Uni Soviet telah menggunakan kejuaraan catur dunia sebagai bukti keunggulan intelektual mereka atas Barat — dan kekalahan juara Soviet Boris Spassky oleh pecatur Amerika Bobby Fischer di Reykjavik pada tahun 1972 mengakhiri argumen tersebut, di hadapan seluruh dunia, dalam satu pertandingan saja. ​Sulit bagi kita saat ini, setelah 54 tahun berlalu, untuk menggambarkan besarnya beban institusional yang diletakkan oleh Uni Soviet pada olahraga catur pada awal tahun 1970-an. Mulai tahun 1920-an, pemerintah Soviet telah memperlakukan catur sebagai olahraga intelektual yang didukung negara, berada dalam kategori umum yang sama dengan balet, senam, dan program luar angkasa — sebuah ranah di mana prestise sistem Soviet akan ditunjukkan melalui pembinaan bakat kelas dunia secara sistematis. ​Sistem dukungan catur di Uni Soviet saat itu meliputi: ​Klub-klub catur didanai sepenuhnya oleh negara. ​Infrastruktur pelatihan disediakan...

Dipermainkan Oleh Kematian

Gambar
Perhatikanlah wajah orang tua diatas. Lalu cobalah berempati kepadanya, rasakanlah apa yang dia rasakan, dan pikirkanlah apa yang dia pikirkan.  Dengarkan suara hati Anda, apa yang dia katakan? Kalau belum terdengar pandang lagi lah wajah nenek ini, coba pergermet kan kemana pandangannya. ( pergermet   adalah kosakata Suku Karo yang artinya perhatikan dengan sungguh sungguh) Apa makna dan kemana pandangan Nenek Karo diatas? Nampaknya tatapannya kosong, arah pandangannya jelas, namun tidak mempunyai tujuan.  Apa yang dia rasakan saat memandang itu adalah sebuah kepasrahan sungguh sungguh. Dia pasrah kepada kehidupan yang yang dianugerahkan kepadanya.  Dan foto ini adalah sebuah momentum, saat seseorang memberi penghayatan paling dalam mengenai kehidupan, khususnya kepada salah satu esensi hidup yang disebut dengan penderitaan. Nenek diatas sebenarnya sedang mengalami sebuah penderitaan, penderitaan yang teramat besar yang sangat sulit untuk disampaikan d...

Budaya Bukan tuhan, Tapi Berasal Dari Tuhan

Gambar
Semua budaya mempunyai tujuan yang baik.  Baik untuk manusia individu yang memerankannya maupun baik juga untuk sekelompok masyarakat yang membudayakannya.  Mengapa baik, karena memang sejak awal ditujukan demi kebaikan manusia, dan karena manusia itu sendiri diciptakan menurut Gambar Allah yang Maha Baik. Rupa dan bentuk manusia itu diciptakan dengan gagasan Tuhan sendiri (segambar dengan Tuhan).  Lalu Tuhan memesankan kepada manusia agar menguasai alam semesta dan mengupayakan biji bijian makanannya dengan cara berbudaya pula (budaya kerja dan budaya makan). Budaya yang baik adalah budaya yang dikehendaki Tuhan.  Budaya yang dikehendaki Tuhan adalah budaya yang berlandaskan kasih; kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia. Semua kebudaayaan akan menjadi baik jika dalam mempraktekkannya (berfikir, berkata-kata, bertindak) selalu yang baik baik saja. Budaya menjadi tidak baik, jika pada saat praktek atau bertindak bukan lagi dilandasai...