Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Featured Post

MEMPROYEKSI PELUANG INDONESIA DALAM OLIMPIADE CATUR DI UZBEKISTAN, SEPTEMBER 2026

Gambar
​Olimpiade Catur FIDE ke-46 yang berlangsung pada 15–27 September 2026 di Samarkand, Uzbekistan, menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah. Diikuti oleh lebih dari 200 negara, ajang beregu paling bergengsi di dunia ini menjadi medan pembuktian bagi kekuatan catur global. Di tengah kepungan raksasa dunia, sejauh mana peluang Tim Catur Indonesia untuk mengukir prestasi? ​ Peluang Tim Indonesia: Posisi Menengah yang Berpotensi Memberi Kejutan ​Secara objektif, berdasarkan kalkulasi rating rata-rata FIDE, Indonesia berada di jajaran unggulan papan menengah ( mid-tier ). Tim Putra Indonesia memunculkan kekuatan berkat perpaduan pengalamannya Grandmaster (GM) Susanto Megaranto dengan para talenta muda berpotensi tinggi seperti IM Satria Duta Cahaya dan IM Nayaka Budhidharma. Sementara itu, Tim Putri yang diperkuat jajaran Master Internasional Wanita (WIM) seperti Shafira Devi Herfesa, Laysa Latifah, Ummi Fisabilillah, dan Chelsea Monica Ignesias Sihite memiliki kedalaman sku...

Dipermainkan Oleh Kematian

Gambar
Perhatikanlah wajah orang tua diatas. Lalu cobalah berempati kepadanya, rasakanlah apa yang dia rasakan, dan pikirkanlah apa yang dia pikirkan.  Dengarkan suara hati Anda, apa yang dia katakan? Kalau belum terdengar pandang lagi lah wajah nenek ini, coba pergermet kan kemana pandangannya. ( pergermet   adalah kosakata Suku Karo yang artinya perhatikan dengan sungguh sungguh) Apa makna dan kemana pandangan Nenek Karo diatas? Nampaknya tatapannya kosong, arah pandangannya jelas, namun tidak mempunyai tujuan.  Apa yang dia rasakan saat memandang itu adalah sebuah kepasrahan sungguh sungguh. Dia pasrah kepada kehidupan yang yang dianugerahkan kepadanya.  Dan foto ini adalah sebuah momentum, saat seseorang memberi penghayatan paling dalam mengenai kehidupan, khususnya kepada salah satu esensi hidup yang disebut dengan penderitaan. Nenek diatas sebenarnya sedang mengalami sebuah penderitaan, penderitaan yang teramat besar yang sangat sulit untuk disampaikan d...

Budaya Bukan tuhan, Tapi Berasal Dari Tuhan

Gambar
Semua budaya mempunyai tujuan yang baik.  Baik untuk manusia individu yang memerankannya maupun baik juga untuk sekelompok masyarakat yang membudayakannya.  Mengapa baik, karena memang sejak awal ditujukan demi kebaikan manusia, dan karena manusia itu sendiri diciptakan menurut Gambar Allah yang Maha Baik. Rupa dan bentuk manusia itu diciptakan dengan gagasan Tuhan sendiri (segambar dengan Tuhan).  Lalu Tuhan memesankan kepada manusia agar menguasai alam semesta dan mengupayakan biji bijian makanannya dengan cara berbudaya pula (budaya kerja dan budaya makan). Budaya yang baik adalah budaya yang dikehendaki Tuhan.  Budaya yang dikehendaki Tuhan adalah budaya yang berlandaskan kasih; kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia. Semua kebudaayaan akan menjadi baik jika dalam mempraktekkannya (berfikir, berkata-kata, bertindak) selalu yang baik baik saja. Budaya menjadi tidak baik, jika pada saat praktek atau bertindak bukan lagi dilandasai...