Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Featured Post

Catatan PJJ 29 Maret – 4 April 2026

Gambar
 ​ Thema: Muat Bagin Ibas Berita Si Meriah Nas: 2 Timotius 1:3-8 ​1. Pendahuluan ​Surat ini merupakan "wasiat rohani" Rasul Paulus yang ditulis dari penjara Roma yang dingin dan gelap. Paulus menyadari waktunya sudah dekat, sehingga ia menulis dengan nada yang sangat personal dan emosional kepada Timotius, rekan sekerjanya yang lebih muda. Pendahuluan ini menekankan bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas organisasi, melainkan hubungan kasih yang berakar pada doa dan kenangan bersama. ​2. Fakta dari Nas  ​ Pelayanan yang Berintegritas: Paulus melayani Allah dengan hati nurani yang murni, melanjutkan warisan iman dari nenek moyangnya. Ini menunjukkan kesinambungan janji Allah dalam sejarah. ​ Kekuatan Doa Syafaat: Kedekatan personal Paulus ditunjukkan melalui doa yang tidak putus-putus, siang dan malam, bagi Timotius. ​ Empati dalam Persekutuan: Kenangan akan air mata Timotius menunjukkan bahwa dalam pelayanan, perasaan dan kerapuhan manusiawi tidak diabaik...

Dipermainkan Oleh Kematian

Gambar
Perhatikanlah wajah orang tua diatas. Lalu cobalah berempati kepadanya, rasakanlah apa yang dia rasakan, dan pikirkanlah apa yang dia pikirkan.  Dengarkan suara hati Anda, apa yang dia katakan? Kalau belum terdengar pandang lagi lah wajah nenek ini, coba pergermet kan kemana pandangannya. ( pergermet   adalah kosakata Suku Karo yang artinya perhatikan dengan sungguh sungguh) Apa makna dan kemana pandangan Nenek Karo diatas? Nampaknya tatapannya kosong, arah pandangannya jelas, namun tidak mempunyai tujuan.  Apa yang dia rasakan saat memandang itu adalah sebuah kepasrahan sungguh sungguh. Dia pasrah kepada kehidupan yang yang dianugerahkan kepadanya.  Dan foto ini adalah sebuah momentum, saat seseorang memberi penghayatan paling dalam mengenai kehidupan, khususnya kepada salah satu esensi hidup yang disebut dengan penderitaan. Nenek diatas sebenarnya sedang mengalami sebuah penderitaan, penderitaan yang teramat besar yang sangat sulit untuk disampaikan d...

Budaya Bukan tuhan, Tapi Berasal Dari Tuhan

Gambar
Semua budaya mempunyai tujuan yang baik.  Baik untuk manusia individu yang memerankannya maupun baik juga untuk sekelompok masyarakat yang membudayakannya.  Mengapa baik, karena memang sejak awal ditujukan demi kebaikan manusia, dan karena manusia itu sendiri diciptakan menurut Gambar Allah yang Maha Baik. Rupa dan bentuk manusia itu diciptakan dengan gagasan Tuhan sendiri (segambar dengan Tuhan).  Lalu Tuhan memesankan kepada manusia agar menguasai alam semesta dan mengupayakan biji bijian makanannya dengan cara berbudaya pula (budaya kerja dan budaya makan). Budaya yang baik adalah budaya yang dikehendaki Tuhan.  Budaya yang dikehendaki Tuhan adalah budaya yang berlandaskan kasih; kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia. Semua kebudaayaan akan menjadi baik jika dalam mempraktekkannya (berfikir, berkata-kata, bertindak) selalu yang baik baik saja. Budaya menjadi tidak baik, jika pada saat praktek atau bertindak bukan lagi dilandasai...