Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Hate Speech Ternyata Sama Dengan Viagra

Gambar
Setelah kurenung renungkan ternyata hate speech itu sama dengan Viagra.   Hahahahhah.   Mengapa mari kita lihat beberapa faktanya. Viagra itu dipakai   oleh laki laki yang sebenarnya sudah menyadari bahwa kejantanannya melemah (maaf), lalu meminum Viagra untuk meminjam kekuatan.   Akhirnya dia kuat dan perkasa berjam jam. Tapi setelah itu loyo kembali.   Dan selanjutnya dan seterusnya loyo lagi, kecuali dia kembali mengkonsumsi Viagra itu.   Lalu mari kita simak pelaku hate speech atau ujaran kebencian.   Pada saat dia melakukan ujaran kebencian dirinya merasa diatas angin karena orang yang diberikan ujaran kebencian itu benar benar pada saat itu akan ter bully, tersudut, terjolimi.   Tapi beberapa hari kemudian, efek dari   ujaran kebencian itu akan hilang, habis dan alam akan membela siapa yang benar.   Kebenaran tidak akan hilang hanya karena ujaran kebencian.         ...