Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Featured Post

CATATAN KHOTBAH ​Minggu, 25 Oktober 2026

Gambar
 ​ Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) ​ Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 ​ I. PENDAHULUAN   ​Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: ​ Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. ​ Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. ​Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...

Elia Massa Manik Menciptakan Gelombang Dahsyat Perubahan Di PTPN

Gambar
Gebrakan Elia Massa Manik di PTPN sangat menggetarkan.   Meskipun baru sekitar 3 bulan menjabat sebagai Direktur Utama PTPN III Holding, namun amplitudo pekerjaannya sudah sangat kuat, dan ikut menggoyang seluruh PTPN yang jumlahnya   sampai 14 Perusahaan.   Betapa tidak, PTPN yang selama ini dikenal sangat tertutup kepada orang   luar dibuat terbuka selebar lebarnya. Tradisi tradisi yang lama yang oleh banyak pihak dikatakan   bermuara pada sistem kolonialisme yang terpelihara rapi   selama puluhan tahun, dibuat luluh lantak dengan kultur baru, Jujur, tulus, ikhlas, sehingga semuanya menjadi transparan.  Tidak hanya itu, Massa Manik mengedepankan Tata Nilai baru yang nantinya bertumbuh menjadi Budaya Kerja di PTPN; Proactivity, Excellence, Teamwork, Innovation, Responsibility.   Elia Massaa Manik Memotivasi Permata dalam acara Cimpa, baru baru ini Jumlah direksi setiap PTPN dikurangi setengahnya, dari 5 sampai ...