Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Featured Post

Keterhubungan Suku Karo dengan Suku Melayu Deli

Gambar
​Mendekonstruksi Dikotomi Pedalaman-Pesisir dan Mitologi Etnitisasi Kolonial di Sumatera Utara ​ Oleh: Sintesis Historiografi dan Antropologi Kritis (Daniel Perret & Erond L. Damanik) ​Historiografi arus utama Sumatera Utara kerap dipenjara oleh dikotomi biner yang tajam: Melayu di ranah pesisir yang diidentikkan dengan keadaban, literasi, Islam, dan kosmopolitanisme; berhadapan dengan suku-suku pedalaman—yang disatukan di bawah label payung "Batak"—yang distigmatisasi sebagai masyarakat terisolasi, kasar, tak beradab, hingga kanibal. Narasi dikotomis ini tidak hanya cacat secara metodologis, melainkan juga mengabaikan fakta sejarah mengenai dinamika integrasi sosio-ekonomi dan politik yang harmonis di kawasan Sumatera Timur Laut prakolonial. ​Melalui sintesis pemikiran ahli sejarah Perancis, Daniel Perret, dan antropolog Universitas Negeri Medan, Prof. Erond L. Damanik, artikel ini mengurai fakta bahwa keterpisahan kultural dan etnis antara Suku Karo dan Suku Mela...

Elia Massa Manik Menciptakan Gelombang Dahsyat Perubahan Di PTPN

Gambar
Gebrakan Elia Massa Manik di PTPN sangat menggetarkan.   Meskipun baru sekitar 3 bulan menjabat sebagai Direktur Utama PTPN III Holding, namun amplitudo pekerjaannya sudah sangat kuat, dan ikut menggoyang seluruh PTPN yang jumlahnya   sampai 14 Perusahaan.   Betapa tidak, PTPN yang selama ini dikenal sangat tertutup kepada orang   luar dibuat terbuka selebar lebarnya. Tradisi tradisi yang lama yang oleh banyak pihak dikatakan   bermuara pada sistem kolonialisme yang terpelihara rapi   selama puluhan tahun, dibuat luluh lantak dengan kultur baru, Jujur, tulus, ikhlas, sehingga semuanya menjadi transparan.  Tidak hanya itu, Massa Manik mengedepankan Tata Nilai baru yang nantinya bertumbuh menjadi Budaya Kerja di PTPN; Proactivity, Excellence, Teamwork, Innovation, Responsibility.   Elia Massaa Manik Memotivasi Permata dalam acara Cimpa, baru baru ini Jumlah direksi setiap PTPN dikurangi setengahnya, dari 5 sampai ...