Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Dari DL Sitorus Mengalir Kepemimpinan Sihar Sitorus

Gambar
Siang itu dalam rencana penerbangan Garuda GA 188, pada hari Kamis tanggal 3 Agustus 2017,   pria tua berwajah tegas ini ingin pulang ke kampung halamannya melalui Kuala Namo International Airport di Deli Serdang, Sumatra Utara.   Saat mau boarding dia merasa badannya lemah dan meminta kepada petugas darat Garuda Indonesia, untuk menyediakan kursi roda.   Dibantulah dia naik menuju tempat duduknya di kelas bisnis GA 188 itu. Begitu dia duduk dia merasa dadanya   sesak, dan sesaat kemudian dia pergi menuju keabadian dengan ketenangan yang sangat nyaman.  Dia pergi saat pesawat belum take off , sehingga tidak merepotkan siapapun. Dia pergi saat dia berada ditengah menunaikan sebuah tugas pekerjaan.   Segera lah berita itu memencar ke seluruh penjuru, melalui alat dan metode komunikasi   millenial di jaman NOW, sehingga puluhan juta masyarakat Indonesia segera mengetahuinya.   DL Sitorus. Inilah proses kematian yang sangat terho...